Senin, 12 November 2018

MAKALAH PEMIMPIN IDEAL ZAMAN NOW


MAKALAH
PEMIMPIN IDEAL
ZAMAN NOW

Dosen : Dr. Imama Baidlowi

 

Description: C:\Users\Defi\Downloads\logo unim.jpg


Tugas : Kepemimpinan


Disusun oleh :
Winana Santi (5.15.02.04.0.089)
Semester 7




PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT


Bab 1
Pendahuluan
1.      Latar belakang
Kepemimpinan adalah sebuah nilai yang dimiliki oleh semua orang.
Seorang pemimpin yang sungguh-sungguh adalah individu yang mengetahui bahwasumber daya yang tidak akan pernah dapat dibelinya adalah waktu‖, sehingga waktudikelola sedemikian rupa sehingga optimal. Pemimpin adalah orang yang telah diambil hakwaktunya oleh lembaga tempatnya bekerja. Namun, seorang bukanlah seorang pemimpinsesungguhnya apabila ia tidak efektif, karena pada akhirnya, setiap orang akan diukur darikeberhasilan yang dicapai. Bagi pemimpin, indikator keberhasilannya adalah sejauh mana iasecara efektif menjalankan peran kepemimpinannya

BAB II
ISI
2.       Defenisi
Pemimpin Penasihat Manajemen Dale Carnegie Menulis Buku dengan Judul yang puitis, TheLeader in You (1993). Ada kepemimpinan di dalam setiap diri Anda, katanya. Apa yang dikemukakan sama seperti tertulis dalam  Alkitab, bahwa manusia diciptakan Tuhan untuk memimpin alam semesta. Kepemimpinan adalah sebuah nilai yang dimiliki oleh semua orang. Warren Bennis, seorang pakar kepemimpinan, menulis karya monumental, OnBecomin A Leader (1989,1994). They work out there on the frontier where tomorrow istaking shape, and they serve here as guides-guides to things as they are and as they will be,or scouts reporting back with word from the front. Pemimpin kata Raja Philips II kepadaanaknya, Alexander (kelak menjadi Alexander Agung), seorang pemimpin harus belajaruntuk sendirian. Learn how to be alone, nasihat Philips. Kepemimpinan, dengan demikian,bukanlah sebuah kekuasaan, melainkan sebuah tugas, tanggung jawab, dan pengorbanan. Dengan demikian, pada hakikatnya, memimpin adalah amanah, kewajiban, dan bukan hak, pimpinlah, dengan kebersihan nurani Adalah Peter Drucker (1996) yang membuat karakteristik sederhana dari hasil pengamatannya terhadap pemimpin-pemimpin dunia yang paling efektif yang pernahditemuinya. Ada beberapa karakter dari mereka, namun ada kesamaan dalam hal personalitytrait mereka tidak memiliki atau sangat sedikit memiliki apa yang disebut karisma. Beberapa syarat pemimpin dan kepemimpinan Yaitu Pemimpin efektif bukanlah yang dipuja atau dicintai, namun mereka adalah individu yang menjadikan para pengikutnya berbuat benar,  Kepemimpinan berbeda dengan popularitas,  Kepemimpinan identik dengan pencapaian hasil.
Pemimpin adalah mereka yang sangat tampak. Oleh karena itu mereka harus memberikan contoh. Kepemimpinan bukanlah kedudukan, jabatan atau uang. Kepemimpinan adalah tanggung jawab.
Misal kita dikasih tanggung jawab untuk memimpin osis maka kita harus punya sepenunya untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan bukan hanya menyuruh anggota yang lain.

Pemimpin mempunyai Kekuatan dari gaya kepemimpinan ini adalah dalam kejelasan tentang apa yang di inginkan, kapan keinginan itu harus dilaksanakan dan bagaimana caranya. Kelemahan dari pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini adalah ia selalu ingin mendominasi semua persoalan sehingga ide dan gagasan bawahan Anda tidak berkembang. Semua persoalan akan bermuara kepadanya sehingga mengundang unsur ketergantungan yang tinggi pada pemimpin.
TEORI KEPEMIMPINAN
Ada tiga teori tentang kemunculan pemimpin:
1.      TEORI GENETIS
 pemimpin lahir dari pembawaan bakatnya sejak ia lahir,bukan dibentuk menurut perencanaan yang disengaja. Pemimpin demikian lahir dari situasi yang bagaimanapun juga karena IA SUDAH DITETAPKAN.
2.      TEORI SOSIAL
 Pemimpin tidak muncul akibat bawaannya sejak lahir, melainkan disiapkan dan dibentuk. Sebab itu setiap orang bisa menjadi pemimpin asal DIPERSIAPKAN DAN DIDIDIK secara sistematis.
3.      TEORI EKOLOGIS ATAU SINTETIS
Pemimpin muncul melalui  BAKAT-BAKAT SEJAK KELAHIRANNYA LALU DIDIPERSIAPKAN MELALUI PENGALAMAN DAN PENDIDIKAN sesuai konteksnya IV.
Unsur-Unsur Kepemimpinan
1. Pemimpin / Atasan Mempunyai wewenang unutk memimpin Mendelegasikan tugas
2. Anggota / Subordinate / Bawahan Membantu pemimpin sesuai tugasnya
3. Misi-Tujuan-Target Direalisasi sesuai landasan budaya/filosofi organisasiIV.1 Teori Duo Kontinum Autocratic Democratic Free-rein Pemimpin Authority Participate Anggota

Karekteristik pribadi pemimpin
1) Memiliki kecerdasan cukup tinggi
2) Memiliki kecakapan berkomunikasi
3) Memiliki kecakapan mendidik
4) Emosi tekendali
5) Memiliki motivasi berprestasi
6) Memiliki kepercayaan diri
7) Memiliki ambisi
Cara memotivasi bawahan
a. Tegurlah tapi jangan kasar
b. Pekalah terhadap manusia
c. Bijaksana terhadap hal-hal sensitif dibawah ini :  Jangan remehkan seorang bawahan, Jangan kritik bawahan didepan orang lain , Sekali-kali beri perhatian penuh bawahan, Jangan mementingkan diri sendiri
dan bawahan berpikir demikian
Jangan memunculkan anak emas ,Selalu berusahalah mengembangkan bawahan, Mengertilah hal-hal kecil namun sangat menyentuk bawahan,  Jangan membanggakan diri di hadapan bawahan , Jangan racuni iklim kerja yang sudah baik karena adanya seorang bawahan yang kurang berprestasi , Jangan terombang-ambing dalam mengambil keputusan.
 PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DAN EFEKTIF
- Transformasional, artinya membawa perubahan
- Efektif, artinya tetap sasaran, memberikan hasil.
Jadi, pemimpin transformasional dan efektif adalah pemimpin yang mampumembawa perubahan terhadap cara pandang dan tingkah laku organisasinya dengan menunjukkan jalan, menginspirasi, mengkomunikasikan, mendorong, memotivasi, dan memberi contoh melalui sikap, pengetahuan, keahlian, wibawa, kekuasaan, atau posisinyasecara tepat sasaran dan memberikan hasil.
 KRITERIA PEMIMPIN YANG TRANSFORMASIOANAL DAN EFEKTIF :
1. Memiliki visi yang SMART
2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas
3. Memiliki kharisma, integritas, kepribadian, dan moral yang baik
4. Memahami kekuatan, kelemahan, kesempatan, tantangan organisasi yang dipimpinnya 5. Mempu menerima dan mengelola perbedaan, konflik, dan perubahan dengan baik
6. Inspirator, komunikator, dan motivator ulung
7. Fokus dan punya strategi untuk mencapai tujuan
8. Mempu membimbing dan mengarahkan anggotanya
9. Adil, berani dan bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil
10. Pekerja keras, punya komitmen, konsisten dan pantang menyerah
11. Mempu membina hubungan yang baik dengan kelompok lain
12. Mampu menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas tinggi.
KEPEMIMPINAN SEKULER
Ada tiga hal penting yang menjadi persyaratan pemimpin sekuler
a. KEKUASAAN: Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan, otoritas, dan lehilitas untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya.
b. KEWIBAWAAN: Pemimpin harus memiliki kelebihan, keunggulan, keutamaan agar ia mampu mengatur orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tertentu.
c. KEMAMPUAN: Pemimpin harus memiliki daya, kekuatan, keunggukan, kecakapan teknis dan sosial yang melampaui bawahannya.

PERBEDAAN MANAJER DAN PEMIMPIN
Manajer PemimpinMerencanakan Menciptakan visiMengendalikan Mengilhami Mengurus Mengembangkan Mengalokasikan sumber daya Mengkomunikasikan dan menjelaskan visiMemantau hasil dan menyelesaikan masalah Memotivasi dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk mencapai visiFokus pada pekerjaan dan hasil Fokus pada orang dan proses Mengendalikan  kekuasaan Memiliki kharisma atau kewibawaan Berpikir teknis dan jangka pendek Berpikir strategis dan jangka panjang Diangkat DipilihBertanggung jawab kepada atasan Bertanggung jawab kepada bawahan Mengutamakan efesiensi Mengutamakan efektifitas Melakukan sesuatu dengan benar Melakukan sesuatu yang benar.
PERBEDAAN PEMIMPIN OTORITER DAN PEMIMPIN YANG MELAYANI Pemimpin Otoriter Pemimpin yang Melayani Komunikasi satu arah Komunikasi dua arah Memerintah dan memberi komando Mendengarkan, berempati, dan mempengaruhiTidak mau menerima saran/masukan Menerima saran dan pendapat orang lain Menggunakan kekuatan jabatan Menggunakan kekuatan pribadi Tidak mau mengaku salah Mengakui kesalahan Menghalalkan segala cara untuk mendapat Rajin, tekun, giat dan jujur untuk mencapai keuntungan keberhasilanHaus kekuasaan Rela berbagi kuasa Memaksakan kehendak Bijak dalam mengambil keputusanPengikut taat karena takut Pengikut berkomitmen karena sadar Pengikut bekerja ala kadarnya sesuai tuntutan Pengikut bekerja penuh semangatPengikut menggunkan waktu seperlunya Pekerja tidak pernah memperhitungkan waktu.
Cara Mengembangkan Kemampuan Kepemimpinan Beberapa cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan tersebut dapat dijabarkan secara sederhana kedalam enam langkah sederhana yang disingkat menjadi LEADERL-Learner Seorang Leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stopleading. Jika anda berhenti belajar itu berarti anda berhenti memimpin. Seumur hidupnyaseorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang andabaca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda kedlamlingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. You choose yourown environment.E-Excellent Suka atau tidak seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan, bagi pengikutnya. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar yang tinggi juga. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikuta anda. Itu sebabnya, sebagai seorang leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kehendak anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan,tetapi anda yang bisa menentukan sikap anda. Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang ditempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.
berbagai tantangan ke depan. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena generasi mudalah yang nantinya akan menjadi motor penggerak bangsa. Namun sayangnya, masih banyak juga anak muda yang ragu-ragu. Mereka kurang percaya dengan kemampuan dan kesiapan mereka dalam mengemban tugas tersebut. Kendala lain yang mungkin sering terjadi dalam masyakat kita adalah menunda-nunda waktu. Segala sesuatu pasti mengalami suatu proses. Dan setiap proses membutuhkan waktu Dan waktu untuk belajar akan semakin tipis, jika terus menunda-nunda waktu. Hal semacam ini pula yang harus ditanamkan dalam pola pikir anak muda. Untuk mulai melakukannya saat ini juga. Maka dengan sisa waktu yang masih banyak, anak muda akan terus berkarya dan meningkatkan kemampuannya. Untuk sebuah tugas mulia memimpin bangsa yang besar ini.Agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Apalagi kita generasi muda zaman now maka banyak pesaing atau banyak virus untuk pemuda menjadi bermalasan Misal Permainan Mobile legend, sebenarnya permainan ini sangat membunuh karena jika pemuda sudah ketahihan untuk bermain pemuda tersebut malas untuk melakukan apa-apa. Jadi kita sebagai generasi bangsa yang baik maka kita harus pintar untuk membagi waktu antara bermain dan belajar. Agar kita sebagai pemuda yang bermanfaat dan bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Apabila kita melihat generasi muda merupakan harapan bangsa ini untuk bangkit,karena pada umumnya mereka memiliki semangat yang bergejolak, ide dan kreativitas mereka yang terus digali, selain itu sebagai penggerak serta pendobrak pula . Bagi kalangan mahasiswa yang pekerjaannya sebagai aktivis kampus biasanya memiliki karakteristik yang disebutkan pada kalimat sebelumnya. Mereka biasanya mencari wadah untuk menggali bakat dan potensi ataupun mengasah soft skill yang mereka punya, misalnya mengikuti organisasiekstra kampus ataupun internal kampus. Pada wadah tersebut mereka dapat memanfaatkanpeluang sebagai pemimpin. Dan untuk mewujudkan visi dan misi bersama dalam suatuorganisasi, kesolidan dan kedekatan emosional seorang pemimpin dengan bawahannyaharuslah terjalin dengan sebaik mungkin.
Peran Generasi Muda“Intelektual Muda” dan Kepemimpinan. Mengapa harus Kaum Intelektual Muda? Dengan kondisi yang ada sekarang, maka tidak heran di perlukan sebuah perubahan yang sangat mendasar, saya menyebutnya dengan istilah yang muda yang memimpin  untuk merubah semua hal yang mendasar guna membangun kembali sebuah karakter kepemimpinan bangsa yang lebih baik. Seperti kita ketahui bahwa diperlukan sesosok pemimpin yang bisa melakukan semua itu, maka tidak salah jika semua itu tertuju kepada sosok kaum intelektual muda yang di harapkan bisa menggantikan sosok – sosok dari generasi Tua yang dirasakan sudah kurang mengerti dengan tantangan yang ada sekarang ini. etika kepedulian dari seseorang pemimpin ini sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat kita sekarang ini, tergambar jelas dari segala masalah yang timbul, para pemimpin generasi Tua sekarang kurang memperdulikan keadaan rakyatnya,kita bisa melihat itu dari semua relaitas yang terjadi akhir – akhir ini. Keadilan yang diperjualbelikan sampai keterancaman kedaulatan Negara karena tidak adanya ketegasan dari seorang pemimpin.
Apa Tindakan Kaum Intelektual Muda? Kaum intelektual muda adalah generasi yang dilahirkan dalam suatu keadaan dimanamereka harus berfikir global dan dituntut untuk lebih bersaing dalam dunia global, mereka dibesarkan dalam suatu situasi dimana mereka dihadapkan langsung dengan kenyataan yangberbeda jauh dengan yang dirasakan kaum Tua sebelumnya, dengan apa yang terjadisekarang di Negara kita, maka merekalah kaum intelektual muda yang dibutuhkan Para kaum intelektual muda memiliki semua itu, dengan jiwa mereka yang muda,mereka membawa sebuah harapan baru bagi bangsa ini, seharusnya mereka para kaumintelektual muda di berikan kesempatan untuk membuktikan itu. Apa yang menjadi bebanNegara ini haruslah di berikan kepada mereka yang memiliki ketegasan dalam memimpin,dengan segala pengalaman para kaum intelektual muda di kancah politik nasional maupundalam dunia internasional, maka mereka pastilah mengerti apa yang harus mereka lakukanjika mereka menjadi seorang pemimpin.
Mari kita renungkan kembali makna kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinan sering diartikan oleh banyak orang sebagai sebuah jabatan formal yang justru menuntut seseorang untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayanai.Sekarang, banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah namun kenyataannya sedikit sekali bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinannya dari hati, yakni kepemimpinan yang melayani. Pemimpin yang melayani dimulai dari dalam diri sendiri. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati yangdapat diterima oleh rakyat yang dipimpinnya sehingga hubungan ini akan terus berlanjut danpada akhirnya akan membentuk karakter pemimpin nasionalis yang sejati. Pemimpin yangmelayani harus memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itudapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, danharapan dari mereka yang dipimipinnya. Seorang pemimpin juga harus memiliki sifatakuntabilitas yang berarti seorang pemimpin sejati harus penuh dengan rasa tanggung jawabdan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran, dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap individu yangg dipimpinnya. Pemimpin yang melayani dengan hati juga harus memiliki metode kepemimpinanyang efektif, yang dapat dimulai dengan menunjukkan visi dan misi yang jelas. Visi ini merupakan daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan yang mendorong terjalinnyasuatu proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi dari berbagaikeahlian pribadi-pribadi yang ada di dalam lembaga kepemimpinan tersebut. Timbul suatupertanyaan, apakah kepemimpinan yang melayani dapat diterapkan di Indonesia?. Jawabnyamudah, sangat bisa. Bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa danumumnya bersifat patriarkat, maka contoh prilaku yang diberikan oleh pemimpin (orang yangdihormati) akan selalu dicermati kemudian langsung diikuti oleh orang yang dipimpinnya.Sebenarnya kondisi ini memudahkan seorang pemimpin melakukan dorongan untukmenggalakkan budaya melayani namun dalam praktiknya sehari-hari perlu contohpelaksanaan yang nyata terutama dimulai dari kesadaran para pemimpin. Penerapan sikap kepemimpinan yang melayani ini harus selalu dipantau oleh masyarakat sebagai pengawaskebijakan sosial yang netral. Selain sifat melayani, kita rakyat Indonesia juga membutuhkan pemimpin yangmemiliki gaya kepemimpinan yang demokratis yakni pemimpin yang menempatkan manusia  sebagai faktor utama dan yang terpenting dalam setiap kelompok masyarakat. Pendominasianoleh perilaku kepemimpinan tersebut, berarti gaya kepemimpinan ini diwarnai dengan usahauntuk mewujudkan dan mengembangkan hubungan manusiawi (relationship) yang lebih efektif  berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menghargai antara yang satudengan yang lain. Kepemimpinan dengan gaya yang demokratis dalam mengambil setiapkeputusan sangat mementingkan musyawarah, dengan demikian dalam setiap pengambilan keputusan tidak dirasakan sebagai suatu kegiatan yang dipaksakan, justru sebaliknya semua akan merasa terdorong untuk menyukseskan keputusan tersebut sebagai sebuah tanggungjawab bersama. Setiap anggota kelompok masyarakat akan merasa perlu aktif bukan untukkepentingan diri sendiri atau beberapa orang tertentu, tetapi untuk kepentingan bersama. Inilah saat yang tepat buat seluruh pemimpin negeri untuk mulai buka mata dan bukahati, melihat saudara-saudara kita yang jauh kurang beruntung dari segi materi. Mulailah darisekarang kita untuk belajar peduli dengan nasib saudara-saudara kita sebangsa dan setanahair, jangan dibiarkan rasa persatuan dan kesatuan serta rasa nasionalisme kita terkikissehingga merugikan bangsa ini. Sadarilah akan pentingya rasa nasionalisme dalam suatunegara, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah bersusahpayah memberikan kemerdekaan yang mutlak kepada kita jika bukan kita sendiri paragenerasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin masa depan,lakukanlah sesuatu untuk memajukan bangsa ini, jangan terus meremehkan, mengkritikbangsa ini tanpa ada solusi yang jelas. Sudah bukan waktunya lagi buat kita memecah belah persaudaraan yang telah terjalin begitu erat, jangan lupakan faktor pengikat keutuhan nasional bangsa kita yakni Bhinneka Tunggal Ika, tetaplah menjadi masyarakat yang terusberpegang teguh pada prinsip gotong royong. Belajarlah dari pengalaman para pahlawanbahwa saat mengusir penjajah, persatuan dan kesatuan serta semangat nasionalisme yang terus berkobar di dalam diri tiap pahlawan telah membuat bangsa ini bisa menjadi lebih kuatdan akhirnya mampu merdeka.


BAB III
PENUTUP
3.      Kesimpulan
Pemimpin adalah orang yang telah diambil hakwaktunya oleh lembaga tempatnya bekerja.Tetapi yang terjadi pada saat ini rakyat Indonesia tengah mengalami krisiskepercayaan kepada pemimpinnya. Hal ini terjadi karena kekecewaan yang dialami rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia merindukan sosok pemimpin yang mereka idam-idamkan. Mereka terus mencari pribadi-pribadi yang layak untuk menjadi seorang pemimpin. Tatkala tidak ditemukan satupun yang dinilai memenuhi syarat seperti yang dikonsepsikan, makaoptimisme itu berubah menjadi pesimisme. Keadaan seperti ini menyiratkan fakta bahwa rakyat Indonesia menyadari kondisiburuk ini diakibatkan oleh ulah pemimpinnya sendiri. Mereka menganggap bahwa parapemimpin gagal mengemban gkan kewajiban sebagai seorang pemimpin. Pemimpin adalah seorang yang dikenal oleh dan berusaha mempengaruhi para pengikutnya untuk merealisir visinya. Sedangkan kepemimpinan adalah hubungan yang era tantara seorang dengan sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama; hubungan itu ditandai dengan tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari manusia yang seorang itu.Manusia atau orang ini biasanya disebut yang memimpin atau pemimpin, sedangkan yangmengikutinya disebut yang dipimpin.
4.      Kritik
Kebangkrutan akan sosok pemimpin yang diharapkan bisa memenuhi semuakehendak masyarakat akan keadilan, kesejahteraan, dan keamanan yang di butuhkan olehbangsa ini menjadi hal yang serius dan sangat mendesak. Semua ini tidak semata – matakarena faktor umur para pemimpin kita yang sudah Tua melainkan kepemimpinan yangsudah tidak efektif dan cenderung tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin sebagaimanamestinya. Generasi Tua yang memimpin sekarang cenderung kurang bisa memahamikeinginan masyarakat dan tuntutan zaman di era global ini, para pemimpin Tua sepertiterkurung dalam cara berfikir konvensional. Dengan demkian harus ada yang menggantisebuah dinasti kepemimpinan Tua oleh sebuah sosok kaum intelektual muda yang bisamenjawab atas segala tantangan global dan semaksimal mungkin memenuhi akan semuakeinginan masyarakat.
5.       Saran
Sekaranglah saatnya kaum intelektual muda yang membuat perubahan terhadap bangsa ini, dengan sebuah istilah Yang Muda Yang Memimpin. Dengan segala pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, mereka pantas diberi kesempatan untukmenunjukan diri mereka bahwa mereka mampu berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini, ini adalah menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan kesempataan kepada mereka.Kita juga mengambil peranan besar dalam menghantarkan mereka untuk menjadi seorang pemimpin masa depan, oleh karena itu, dukungan kita bagi mereka sangatlah penting guna merubah struktur kepemimpinan yang ada sekarang yang dirasakan sudah tidak efektif dan kurang baik. Secara keseluruhan dari apa yang dimiliki bangsa kita untuk masa depan yang lebihbaik bukanlah sebuah permainan, dengan demikian, menjadikan para kaum intelektual mudayang kompeten untuk menjadi pemimpin adalah suatu terobosan untuk merubah bangsa ini,dan sebuah istilah Yang Muda Yang Memimpin semoga tidak hanya menjadi sebuahjargon dan penyemangat kita saja, tetapi juga kita harus membuat sebuah istilah ini menjadisebuah kenyataan untuk bangsa besar kita, bangsa Indonesia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar