MAKALAH
PEMIMPIN IDEAL
ZAMAN NOW
Dosen : Dr. Imama Baidlowi
Tugas : Kepemimpinan
Disusun
oleh :
Winana
Santi (5.15.02.04.0.089)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
Bab
1
Pendahuluan
1.
Latar belakang
Kepemimpinan
adalah sebuah nilai yang dimiliki oleh semua orang.
Seorang pemimpin yang sungguh-sungguh
adalah individu yang mengetahui bahwasumber daya yang tidak akan pernah dapat
dibelinya adalah waktu‖, sehingga waktudikelola sedemikian rupa sehingga
optimal. Pemimpin adalah orang yang telah diambil hakwaktunya oleh lembaga
tempatnya bekerja. Namun, seorang bukanlah seorang pemimpinsesungguhnya apabila
ia tidak efektif, karena pada akhirnya, setiap orang akan diukur
darikeberhasilan yang dicapai. Bagi pemimpin, indikator keberhasilannya adalah
sejauh mana iasecara efektif menjalankan peran kepemimpinannya
BAB
II
ISI
2. Defenisi
Pemimpin Penasihat
Manajemen Dale Carnegie Menulis Buku dengan Judul yang puitis, TheLeader in You
(1993). Ada kepemimpinan di dalam setiap diri Anda, katanya. Apa yang dikemukakan
sama seperti tertulis dalam Alkitab,
bahwa manusia diciptakan Tuhan untuk memimpin alam semesta. Kepemimpinan adalah
sebuah nilai yang dimiliki oleh semua orang. Warren Bennis, seorang pakar
kepemimpinan, menulis karya monumental, OnBecomin A Leader (1989,1994). They
work out there on the frontier where tomorrow istaking shape, and they serve
here as guides-guides to things as they are and as they will be,or scouts
reporting back with word from the front. Pemimpin kata Raja Philips II
kepadaanaknya, Alexander (kelak menjadi Alexander Agung), seorang pemimpin
harus belajaruntuk sendirian. Learn how to be alone, nasihat Philips.
Kepemimpinan, dengan demikian,bukanlah sebuah kekuasaan, melainkan sebuah
tugas, tanggung jawab, dan pengorbanan. Dengan demikian, pada hakikatnya,
memimpin adalah amanah, kewajiban, dan bukan hak, pimpinlah, dengan kebersihan
nurani Adalah Peter Drucker (1996) yang membuat karakteristik sederhana dari
hasil pengamatannya terhadap pemimpin-pemimpin dunia yang paling efektif yang
pernahditemuinya. Ada beberapa karakter dari mereka, namun ada kesamaan dalam
hal personalitytrait mereka tidak memiliki atau sangat sedikit memiliki apa
yang disebut karisma. Beberapa syarat pemimpin dan kepemimpinan Yaitu Pemimpin
efektif bukanlah yang dipuja atau dicintai, namun mereka adalah individu yang
menjadikan para pengikutnya berbuat benar,
Kepemimpinan berbeda dengan popularitas,
Kepemimpinan identik dengan pencapaian hasil.
Pemimpin adalah mereka
yang sangat tampak. Oleh karena itu mereka harus memberikan contoh.
Kepemimpinan bukanlah kedudukan, jabatan atau uang. Kepemimpinan adalah
tanggung jawab.
Misal kita dikasih
tanggung jawab untuk memimpin osis maka kita harus punya sepenunya untuk
melakukan apa yang seharusnya dilakukan bukan hanya menyuruh anggota yang lain.
Pemimpin mempunyai
Kekuatan dari gaya kepemimpinan ini adalah dalam kejelasan tentang apa yang di
inginkan, kapan keinginan itu harus dilaksanakan dan bagaimana caranya.
Kelemahan dari pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini adalah ia selalu ingin
mendominasi semua persoalan sehingga ide dan gagasan bawahan Anda tidak
berkembang. Semua persoalan akan bermuara kepadanya sehingga mengundang unsur
ketergantungan yang tinggi pada pemimpin.
TEORI KEPEMIMPINAN
Ada tiga teori tentang
kemunculan pemimpin:
1.
TEORI GENETIS
pemimpin lahir dari
pembawaan bakatnya sejak ia lahir,bukan dibentuk menurut perencanaan yang
disengaja. Pemimpin demikian lahir dari situasi yang bagaimanapun juga karena
IA SUDAH DITETAPKAN.
2.
TEORI SOSIAL
Pemimpin tidak muncul
akibat bawaannya sejak lahir, melainkan disiapkan dan dibentuk. Sebab itu
setiap orang bisa menjadi pemimpin asal DIPERSIAPKAN DAN DIDIDIK secara
sistematis.
3.
TEORI EKOLOGIS ATAU SINTETIS
Pemimpin muncul melalui BAKAT-BAKAT SEJAK KELAHIRANNYA LALU
DIDIPERSIAPKAN MELALUI PENGALAMAN DAN PENDIDIKAN sesuai konteksnya IV.
Unsur-Unsur Kepemimpinan
1. Pemimpin / Atasan Mempunyai wewenang unutk memimpin
Mendelegasikan tugas
2. Anggota / Subordinate / Bawahan Membantu pemimpin sesuai
tugasnya
3. Misi-Tujuan-Target Direalisasi sesuai landasan
budaya/filosofi organisasiIV.1 Teori Duo Kontinum Autocratic Democratic
Free-rein Pemimpin Authority Participate Anggota
Karekteristik pribadi
pemimpin
1) Memiliki kecerdasan
cukup tinggi
2) Memiliki kecakapan
berkomunikasi
3) Memiliki kecakapan
mendidik
4) Emosi tekendali
5) Memiliki motivasi
berprestasi
6) Memiliki
kepercayaan diri
7) Memiliki ambisi
Cara memotivasi
bawahan
a. Tegurlah tapi
jangan kasar
b. Pekalah terhadap
manusia
c. Bijaksana terhadap
hal-hal sensitif dibawah ini : Jangan
remehkan seorang bawahan, Jangan kritik bawahan didepan orang lain ,
Sekali-kali beri perhatian penuh bawahan, Jangan mementingkan diri sendiri
dan bawahan berpikir
demikian
Jangan memunculkan
anak emas ,Selalu berusahalah mengembangkan bawahan, Mengertilah hal-hal kecil
namun sangat menyentuk bawahan, Jangan
membanggakan diri di hadapan bawahan , Jangan racuni iklim kerja yang sudah
baik karena adanya seorang bawahan yang kurang berprestasi , Jangan
terombang-ambing dalam mengambil keputusan.
PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DAN EFEKTIF
- Transformasional,
artinya membawa perubahan
- Efektif, artinya
tetap sasaran, memberikan hasil.
Jadi, pemimpin
transformasional dan efektif adalah pemimpin yang mampumembawa perubahan
terhadap cara pandang dan tingkah laku organisasinya dengan menunjukkan jalan,
menginspirasi, mengkomunikasikan, mendorong, memotivasi, dan memberi contoh
melalui sikap, pengetahuan, keahlian, wibawa, kekuasaan, atau posisinyasecara
tepat sasaran dan memberikan hasil.
KRITERIA PEMIMPIN YANG TRANSFORMASIOANAL DAN
EFEKTIF :
1. Memiliki visi yang
SMART
2. Memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang luas
3. Memiliki kharisma,
integritas, kepribadian, dan moral yang baik
4. Memahami kekuatan,
kelemahan, kesempatan, tantangan organisasi yang dipimpinnya 5. Mempu menerima
dan mengelola perbedaan, konflik, dan perubahan dengan baik
6. Inspirator,
komunikator, dan motivator ulung
7. Fokus dan punya
strategi untuk mencapai tujuan
8. Mempu membimbing
dan mengarahkan anggotanya
9. Adil, berani dan
bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil
10. Pekerja keras,
punya komitmen, konsisten dan pantang menyerah
11. Mempu membina
hubungan yang baik dengan kelompok lain
12. Mampu menciptakan
pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas tinggi.
KEPEMIMPINAN SEKULER
Ada tiga hal penting
yang menjadi persyaratan pemimpin sekuler
a. KEKUASAAN: Seorang
pemimpin harus memiliki kekuatan, otoritas, dan lehilitas untuk mempengaruhi
dan menggerakkan bawahannya.
b. KEWIBAWAAN:
Pemimpin harus memiliki kelebihan, keunggulan, keutamaan agar ia mampu mengatur
orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tertentu.
c. KEMAMPUAN: Pemimpin
harus memiliki daya, kekuatan, keunggukan, kecakapan teknis dan sosial yang
melampaui bawahannya.
PERBEDAAN MANAJER DAN
PEMIMPIN
Manajer
PemimpinMerencanakan Menciptakan visiMengendalikan Mengilhami Mengurus
Mengembangkan Mengalokasikan sumber daya Mengkomunikasikan dan menjelaskan
visiMemantau hasil dan menyelesaikan masalah Memotivasi dan memberikan
inspirasi kepada orang lain untuk mencapai visiFokus pada pekerjaan dan hasil
Fokus pada orang dan proses Mengendalikan kekuasaan Memiliki kharisma atau kewibawaan Berpikir
teknis dan jangka pendek Berpikir strategis dan jangka panjang Diangkat
DipilihBertanggung jawab kepada atasan Bertanggung jawab kepada bawahan Mengutamakan
efesiensi Mengutamakan efektifitas Melakukan sesuatu dengan benar Melakukan
sesuatu yang benar.
PERBEDAAN PEMIMPIN
OTORITER DAN PEMIMPIN YANG MELAYANI Pemimpin Otoriter Pemimpin yang Melayani Komunikasi
satu arah Komunikasi dua arah Memerintah dan memberi komando Mendengarkan,
berempati, dan mempengaruhiTidak mau menerima saran/masukan Menerima saran dan
pendapat orang lain Menggunakan kekuatan jabatan Menggunakan kekuatan pribadi Tidak
mau mengaku salah Mengakui kesalahan Menghalalkan segala cara untuk mendapat
Rajin, tekun, giat dan jujur untuk mencapai keuntungan keberhasilanHaus
kekuasaan Rela berbagi kuasa Memaksakan kehendak Bijak dalam mengambil
keputusanPengikut taat karena takut Pengikut berkomitmen karena sadar Pengikut
bekerja ala kadarnya sesuai tuntutan Pengikut bekerja penuh semangatPengikut
menggunkan waktu seperlunya Pekerja tidak pernah memperhitungkan waktu.
Cara Mengembangkan
Kemampuan Kepemimpinan Beberapa cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan
kepemimpinan tersebut dapat dijabarkan secara sederhana kedalam enam langkah
sederhana yang disingkat menjadi LEADERL-Learner Seorang Leader adalah seorang
pembelajar. You stop learning means you stopleading. Jika anda berhenti belajar
itu berarti anda berhenti memimpin. Seumur hidupnyaseorang leader terus membina
dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang saat ini akan
tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang andabaca dan
dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda
kedlamlingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. You
choose yourown environment.E-Excellent Suka atau tidak seorang leader akan
menjadi patokan, ukuran tindakan, bagi pengikutnya. Anda yang menentukan
ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang
tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar yang tinggi juga. Apa
yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikuta anda. Itu sebabnya,
sebagai seorang leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar
dan menghasilkan yang terbaik. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan
menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar
kehendak anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda
tidak bisa mengendalikan hujan,tetapi anda yang bisa menentukan sikap anda.
Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap
andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang ditempat
tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam
menghadapi persoalan.
berbagai tantangan ke
depan. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena generasi mudalah yang nantinya
akan menjadi motor penggerak bangsa. Namun sayangnya, masih banyak juga anak muda
yang ragu-ragu. Mereka kurang percaya dengan kemampuan dan kesiapan mereka dalam
mengemban tugas tersebut. Kendala lain yang mungkin sering terjadi dalam
masyakat kita adalah menunda-nunda waktu. Segala sesuatu pasti mengalami suatu
proses. Dan setiap proses membutuhkan waktu Dan waktu untuk belajar akan
semakin tipis, jika terus menunda-nunda waktu. Hal semacam ini pula yang harus
ditanamkan dalam pola pikir anak muda. Untuk mulai melakukannya saat ini juga.
Maka dengan sisa waktu yang masih banyak, anak muda akan terus berkarya dan meningkatkan
kemampuannya. Untuk sebuah tugas mulia memimpin bangsa yang besar ini.Agar
dapat bersaing dengan bangsa lain. Apalagi kita generasi muda zaman now maka
banyak pesaing atau banyak virus untuk pemuda menjadi bermalasan Misal
Permainan Mobile legend, sebenarnya permainan ini sangat membunuh karena jika
pemuda sudah ketahihan untuk bermain pemuda tersebut malas untuk melakukan
apa-apa. Jadi kita sebagai generasi bangsa yang baik maka kita harus pintar
untuk membagi waktu antara bermain dan belajar. Agar kita sebagai pemuda yang
bermanfaat dan bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Apabila kita melihat
generasi muda merupakan harapan bangsa ini untuk bangkit,karena pada umumnya
mereka memiliki semangat yang bergejolak, ide dan kreativitas mereka yang terus
digali, selain itu sebagai penggerak serta pendobrak pula . Bagi kalangan mahasiswa
yang pekerjaannya sebagai aktivis kampus biasanya memiliki karakteristik yang disebutkan
pada kalimat sebelumnya. Mereka biasanya mencari wadah untuk menggali bakat dan
potensi ataupun mengasah soft skill yang mereka punya, misalnya mengikuti
organisasiekstra kampus ataupun internal kampus. Pada wadah tersebut mereka
dapat memanfaatkanpeluang sebagai pemimpin. Dan untuk mewujudkan visi dan misi
bersama dalam suatuorganisasi, kesolidan dan kedekatan emosional seorang
pemimpin dengan bawahannyaharuslah terjalin dengan sebaik mungkin.
Peran Generasi
Muda“Intelektual Muda” dan Kepemimpinan. Mengapa harus Kaum Intelektual Muda?
Dengan kondisi yang ada sekarang, maka tidak heran di perlukan sebuah perubahan
yang sangat mendasar, saya menyebutnya dengan istilah yang muda yang memimpin untuk merubah semua hal yang mendasar guna
membangun kembali sebuah karakter kepemimpinan bangsa yang lebih baik. Seperti
kita ketahui bahwa diperlukan sesosok pemimpin yang bisa melakukan semua itu,
maka tidak salah jika semua itu tertuju kepada sosok kaum intelektual muda yang
di harapkan bisa menggantikan sosok – sosok dari generasi Tua yang dirasakan
sudah kurang mengerti dengan tantangan yang ada sekarang ini. etika kepedulian
dari seseorang pemimpin ini sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat kita
sekarang ini, tergambar jelas dari segala masalah yang timbul, para pemimpin
generasi Tua sekarang kurang memperdulikan keadaan rakyatnya,kita bisa melihat
itu dari semua relaitas yang terjadi akhir – akhir ini. Keadilan yang
diperjualbelikan sampai keterancaman kedaulatan Negara karena tidak adanya
ketegasan dari seorang pemimpin.
Apa Tindakan Kaum Intelektual
Muda? Kaum intelektual muda adalah generasi yang dilahirkan dalam suatu keadaan
dimanamereka harus berfikir global dan dituntut untuk lebih bersaing dalam
dunia global, mereka dibesarkan dalam suatu situasi dimana mereka dihadapkan
langsung dengan kenyataan yangberbeda jauh dengan yang dirasakan kaum Tua
sebelumnya, dengan apa yang terjadisekarang di Negara kita, maka merekalah kaum
intelektual muda yang dibutuhkan Para kaum intelektual muda memiliki semua itu,
dengan jiwa mereka yang muda,mereka membawa sebuah harapan baru bagi bangsa
ini, seharusnya mereka para kaumintelektual muda di berikan kesempatan untuk
membuktikan itu. Apa yang menjadi bebanNegara ini haruslah di berikan kepada
mereka yang memiliki ketegasan dalam memimpin,dengan segala pengalaman para
kaum intelektual muda di kancah politik nasional maupundalam dunia
internasional, maka mereka pastilah mengerti apa yang harus mereka lakukanjika
mereka menjadi seorang pemimpin.
Mari kita renungkan
kembali makna kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinan sering diartikan oleh
banyak orang sebagai sebuah jabatan formal yang justru menuntut seseorang untuk
mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya
dilayanai.Sekarang, banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik
mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah namun kenyataannya sedikit sekali
bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan
kepemimpinannya dari hati, yakni kepemimpinan yang melayani. Pemimpin yang
melayani dimulai dari dalam diri sendiri. Kepemimpinan menuntut suatu
transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati
dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang
dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin
untuk menjadi pemimpin sejati yangdapat diterima oleh rakyat yang dipimpinnya
sehingga hubungan ini akan terus berlanjut danpada akhirnya akan membentuk
karakter pemimpin nasionalis yang sejati. Pemimpin yangmelayani harus memiliki
kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itudapat diwujudkan
dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, danharapan dari
mereka yang dipimipinnya. Seorang pemimpin juga harus memiliki
sifatakuntabilitas yang berarti seorang pemimpin sejati harus penuh dengan rasa
tanggung jawabdan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran, dan
tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap
individu yangg dipimpinnya. Pemimpin yang melayani dengan hati juga harus
memiliki metode kepemimpinanyang efektif, yang dapat dimulai dengan menunjukkan
visi dan misi yang jelas. Visi ini merupakan daya atau kekuatan untuk melakukan
perubahan yang mendorong terjalinnyasuatu proses ledakan kreatifitas yang
dahsyat melalui integrasi maupun sinergi dari berbagaikeahlian pribadi-pribadi
yang ada di dalam lembaga kepemimpinan tersebut. Timbul suatupertanyaan, apakah
kepemimpinan yang melayani dapat diterapkan di Indonesia?. Jawabnyamudah,
sangat bisa. Bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa
danumumnya bersifat patriarkat, maka contoh prilaku yang diberikan oleh
pemimpin (orang yangdihormati) akan selalu dicermati kemudian langsung diikuti
oleh orang yang dipimpinnya.Sebenarnya kondisi ini memudahkan seorang pemimpin
melakukan dorongan untukmenggalakkan budaya melayani namun dalam praktiknya
sehari-hari perlu contohpelaksanaan yang nyata terutama dimulai dari kesadaran
para pemimpin. Penerapan sikap kepemimpinan yang melayani ini harus selalu
dipantau oleh masyarakat sebagai pengawaskebijakan sosial yang netral. Selain
sifat melayani, kita rakyat Indonesia juga membutuhkan pemimpin yangmemiliki
gaya kepemimpinan yang demokratis yakni pemimpin yang menempatkan manusia sebagai faktor utama dan yang terpenting dalam
setiap kelompok masyarakat. Pendominasianoleh perilaku kepemimpinan tersebut,
berarti gaya kepemimpinan ini diwarnai dengan usahauntuk mewujudkan dan
mengembangkan hubungan manusiawi (relationship) yang lebih efektif berdasarkan prinsip saling menghormati dan
saling menghargai antara yang satudengan yang lain. Kepemimpinan dengan gaya
yang demokratis dalam mengambil setiapkeputusan sangat mementingkan musyawarah,
dengan demikian dalam setiap pengambilan keputusan tidak dirasakan sebagai
suatu kegiatan yang dipaksakan, justru sebaliknya semua akan merasa terdorong
untuk menyukseskan keputusan tersebut sebagai sebuah tanggungjawab bersama.
Setiap anggota kelompok masyarakat akan merasa perlu aktif bukan
untukkepentingan diri sendiri atau beberapa orang tertentu, tetapi untuk
kepentingan bersama. Inilah saat yang tepat buat seluruh pemimpin negeri untuk
mulai buka mata dan bukahati, melihat saudara-saudara kita yang jauh kurang
beruntung dari segi materi. Mulailah darisekarang kita untuk belajar peduli
dengan nasib saudara-saudara kita sebangsa dan setanahair, jangan dibiarkan
rasa persatuan dan kesatuan serta rasa nasionalisme kita terkikissehingga
merugikan bangsa ini. Sadarilah akan pentingya rasa nasionalisme dalam
suatunegara, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan yang
telah bersusahpayah memberikan kemerdekaan yang mutlak kepada kita jika bukan
kita sendiri paragenerasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi seorang
pemimpin masa depan,lakukanlah sesuatu untuk memajukan bangsa ini, jangan terus
meremehkan, mengkritikbangsa ini tanpa ada solusi yang jelas. Sudah bukan
waktunya lagi buat kita memecah belah persaudaraan yang telah terjalin begitu
erat, jangan lupakan faktor pengikat keutuhan nasional bangsa kita yakni
Bhinneka Tunggal Ika, tetaplah menjadi masyarakat yang terusberpegang teguh
pada prinsip gotong royong. Belajarlah dari pengalaman para pahlawanbahwa saat
mengusir penjajah, persatuan dan kesatuan serta semangat nasionalisme yang terus
berkobar di dalam diri tiap pahlawan telah membuat bangsa ini bisa menjadi
lebih kuatdan akhirnya mampu merdeka.
BAB
III
PENUTUP
3. Kesimpulan
Pemimpin adalah orang
yang telah diambil hakwaktunya oleh lembaga tempatnya bekerja.Tetapi yang
terjadi pada saat ini rakyat Indonesia tengah mengalami krisiskepercayaan
kepada pemimpinnya. Hal ini terjadi karena kekecewaan yang dialami rakyat Indonesia.
Rakyat Indonesia merindukan sosok pemimpin yang mereka idam-idamkan. Mereka
terus mencari pribadi-pribadi yang layak untuk menjadi seorang pemimpin.
Tatkala tidak ditemukan satupun yang dinilai memenuhi syarat seperti yang
dikonsepsikan, makaoptimisme itu berubah menjadi pesimisme. Keadaan seperti ini
menyiratkan fakta bahwa rakyat Indonesia menyadari kondisiburuk ini diakibatkan
oleh ulah pemimpinnya sendiri. Mereka menganggap bahwa parapemimpin gagal
mengemban gkan kewajiban sebagai seorang pemimpin. Pemimpin adalah seorang yang
dikenal oleh dan berusaha mempengaruhi para pengikutnya untuk merealisir
visinya. Sedangkan kepemimpinan adalah hubungan yang era tantara seorang dengan
sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama; hubungan itu ditandai
dengan tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari manusia yang seorang
itu.Manusia atau orang ini biasanya disebut yang memimpin atau pemimpin,
sedangkan yangmengikutinya disebut yang dipimpin.
4. Kritik
Kebangkrutan akan
sosok pemimpin yang diharapkan bisa memenuhi semuakehendak masyarakat akan
keadilan, kesejahteraan, dan keamanan yang di butuhkan olehbangsa ini menjadi
hal yang serius dan sangat mendesak. Semua ini tidak semata – matakarena faktor
umur para pemimpin kita yang sudah Tua melainkan kepemimpinan yangsudah tidak
efektif dan cenderung tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin
sebagaimanamestinya. Generasi Tua yang memimpin sekarang cenderung kurang bisa
memahamikeinginan masyarakat dan tuntutan zaman di era global ini, para
pemimpin Tua sepertiterkurung dalam cara berfikir konvensional. Dengan demkian
harus ada yang menggantisebuah dinasti kepemimpinan Tua oleh sebuah sosok kaum
intelektual muda yang bisamenjawab atas segala tantangan global dan semaksimal
mungkin memenuhi akan semuakeinginan masyarakat.
5. Saran
Sekaranglah saatnya
kaum intelektual muda yang membuat perubahan terhadap bangsa ini, dengan sebuah
istilah Yang Muda Yang Memimpin. Dengan segala pengalaman dan pengetahuan yang
mereka miliki, mereka pantas diberi kesempatan untukmenunjukan diri mereka
bahwa mereka mampu berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini, ini adalah menjadi
tanggung jawab kita semua untuk memberikan kesempataan kepada mereka.Kita juga
mengambil peranan besar dalam menghantarkan mereka untuk menjadi seorang pemimpin
masa depan, oleh karena itu, dukungan kita bagi mereka sangatlah penting guna merubah
struktur kepemimpinan yang ada sekarang yang dirasakan sudah tidak efektif dan kurang
baik. Secara keseluruhan dari apa yang dimiliki bangsa kita untuk masa depan
yang lebihbaik bukanlah sebuah permainan, dengan demikian, menjadikan para kaum
intelektual mudayang kompeten untuk menjadi pemimpin adalah suatu terobosan
untuk merubah bangsa ini,dan sebuah istilah Yang Muda Yang Memimpin semoga
tidak hanya menjadi sebuahjargon dan penyemangat kita saja, tetapi juga kita
harus membuat sebuah istilah ini menjadisebuah kenyataan untuk bangsa besar
kita, bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar