SISTEM
BISNIS PERUSAHAAN
SISTEM INFORMASI MANAJAMEN
DISUSUN
OLEH :
ANITA
SUSANTI (5.15.02.04.0.109)
ZEPTIAN
ANGELINA (5.15.02.04.0.097)
EMI
ASTUTIK (5.15.02.04.0.105)
AKUNTANSI
D
FAKULTAS
EKONOMI PRODI AKUNTANSI
UNIVERSITAS
ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO
Tahun Ajaran 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
SWT, atas segala rahmat, dan
hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “SISTEM BISNIS PERUSAHAAN”
untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen. Meskipun banyak hambatan yang
penulis alami dalam proses pengerjaannya, tapi penulis berhasil menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa penulis sampaikan terima
kasih kepada guru pembimbing yang telah membantu dan membimbing penulis dalam
menyelesaikan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang
tua dan teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan makalah.
Penulis
menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis dengan
senang hati akan menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga
makalah ini akan berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya bagi pembaca
pada umumnya.
Mojokerto, Oktober 2016
Penulis
i
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar.................................................................................. i
Daftar
isi........................................................................................... ii
1. Manajemen
Hubungan Perusahaan
A. Kelompok
Aplikasi Utama dalam Manajemen
Hubungan Pelanggan............................................... 2
B. 3
Tahapan CRM....................................................... 3
C. Manfaat
dan tantangan CRM................................... 3
D. Kegagalan
CRM...................................................... 4
E. Tren
dalam CRM..................................................... 4
2. Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan
A. Komponen
Aplikasi Utama dari Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan....................................... 5
B. Manfaat
dan tantangan dari ERP............................. 6
C. Biaya-biaya
ERP..................................................... 8
D. Penyebab
kegagalan ERP........................................ 9
E. Tren
dalam ERP...................................................... 9
3. Manajemen
Rantai Pasokan
A. Peranan
SCM.......................................................... 11
B. Manfaat
dan tantangan dari SCM........................... 11
C. Tren
dalam SCM.................................................... 12
ii
1. MANAJEMEN HUBUNGAN
PERUSAHAAN ( CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT )
Hubungan pelanggan telah menjadi aset
yang paling berharga bagi perusahaan sehingga setiap strategi perusahaan ditujukan
bagaimana untuk mencari dan mempertahankan pelanggan yang paling menguntungkan.
Bisnis yang berfokus pada pelanggan merupakan salah satu strategi bisnis puncak
yang dapat didukung oleh teknologi informasi.
Oleh karena itu, banyak perusahaan yang
melaksanakan inisiatif bisnis manajemen
hubungan perusahaan ( customer relationship management-CRM ) dan sistem
informasi sebagai bagian dari fokus pelanggan atau strategi berpusat pelanggan
untuk mengembangkan kesempatan bagi keberhasilan di lingkungan bisnis yang
kompetitif..
Manajemen hubungan perusahaan ( customer relationship management-CRM )
adalah
lintas fungsional yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses
pelayanan pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang
berinteraksi dengan pelanggan perusahaan.
Sistem CRM menyimpan data dalam basis
data pelanggan yang mengintegrasikan seluruh akun informasi pelanggan dan
membuatnya tersedia di seluruh perusahaan melalui internet, intranet, atau
tautan jaringan lainnya untuk penjualan, pemasaran, layanan dan aplikasi CRM
lainnya.
Sistem CRM juga menyertakan modul
perangkat lunak perusahaan yang menyediakan alat untuk memudahkan sebuah bisnis
dan karyawannya untuk mengirimkan layanan yang cepat, nyaman, dapat
diandalkandan konsisten kepada pelanggannya.
Gambar 8.3
Kelompok aplikasi utama dalam manajamen
hunungan pelanggan.
A.Kelompok Aplikasi Utama dalam Manajemen Hubungan
Pelanggan
1.
Penjualan
Sistem
CRM menyediakan perwakilan penjualan dengan alat perangkat lunak dan sumber
data perusahaan yang dibutuhkan untuk mendukung dan mengelola aktivitas
penjualan meliputi informasi produk, konfigurasi produk dan kemampuan penghasil
penawaran penjualan.
2.
Pemasaran
dan pemenuhan
Sistem CRM membantu pelaku
pemasaran memenuhi syarat untuk target pemasaran dan penjadwalan serta pelacakan surat pemasaran langsung.
3.
Layanan
dan dukungan pelanggan
Sistem CRM menyediakan perwakilan
pelayanan dengan alat perangkat lunak dan akses seketika pada basis data
pelanggan seperti membantu manajer layanan pelanggan dalam membuat, menugaskan
dan mengelola permintaan bagi layanan dari pelanggan.
4.
Retensi
dan program loyalitas
Berhubungan dengan hambatan dan
keluhan pelanggan terhadap perusahaan yang berdampak pada tidak puasnya
pelanggan dalam hal layanan dan akan
mempengaruhi presentase keuntungan pada perusahaan.
A.
3
Tahapan CRM
1.
MENDAPATKAN
Mengandalkan perangkat lunak CRM untuk
mendapatkan pelanggan baru dan membantu pelanggan dalam mamahami nilai dari
sebuah produk yang ditawarkan perusahaan.
2.
MENINGKATKAN
Meningkatkan nilai pelanggan yang
akan menambah keuntungan bagi perusahaan dengan
menjaga agar pelanggan tetap puas oleh layanan yang nyaman dan harga
yang menarik dari perusahaan.
3.
MEMPERTAHANKAN
Menggunakan perangkat lunak dan
basis data analitis CRM dalam mengidentifikasi secara proaktif dan menghargai
pelanggan yang paling loyal serta memperluas bisnis melalui target pemasaran.
B.
Manfaat
dan tantangan CRM
·
Memungkinkan sebuah
bisnis mengdentifikasi dan membuat target bagi pelanggannya yang terbaik,
sehingga pelanggan dapat dipertahankan untuk mendapatkan layanan yang lebih
banyak dan lebih menguntungkan.
·
Memungkinkan
kustomisasi seketika dan personalisasi dari produk dan layanan berdasarka
keinginan, kebutuhan dan kebiasaan membeli dari pelanggan dan siklus hidupnya.
·
Dapat melacak kapan
pelanggan menghubungi perusahaan, terlepas dari titik kontak.
·
Memudahkan perusahaan
untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan layanan dukungan
superior di seluruh titik kontak yang dipilih pelanggan.
Manfaat
diatas akan memberikan nilai bisnis strategis bagi perusahaan dan nilai
pelanggan utama kepada pelanggannya.
C.
Kegagalan
CRM
Alasan utama kegagalan CRM adalah
terlalu bergantung pada aplikasi baru yang utama dari teknologi informasi
seperti CRM dalam menyelesaikan masalah bisnis tanpa terlebih dahulu
mengembangkan perubahan proses bisnis dan mengubah program manajemen yang
dibutuhkan.
D.
Tren
dalam CRM
Perusahaan harus membuat hubungan
kolaboratif dengan mitra, pemasok dan pelanggan serta dapat menekan waktu dan
biaya sementara tetap meningkatkan pengalaman pelanggan dan jumlah nilai
proposisinya. Kebanyakan pelaku bisnis memulai dengan sistem operasional CRM
seperti otomatisasi tenaga penjualan dan pusat layanan pelanggan.
Berikut merupakan jenis CRM dan
kemampuannya dalam nilai bisnis yang di implementasikan oleh banyak perusahaan
:
|
1. CRM
OPERASIONAL
|
·
Mendukung interaksi
pelanggan dengan kenyamanan yang lebih besar melalui berbagai saluran seperti
telepon dan surat elektronik
·
Menyingkronisasi
interaksi pelanggan secara konsisten di seluruh saluran
|
|
2. CRM
ANALITIS
|
·
Menganalisis,
memprediksi dan memperoleh nilai pelanggan dan perilaku serta perkiraan permintaan.
·
Membantu mendekati
pelanggan dengan informasi yang relevan dan menawarkan yang disesuaikan
dengan kebutuhan pelanggan.
|
|
3. CRM
KOLABORATIF
|
·
Memungkinkan
kolaborasi yang mudah dengan pelanggan, pemasok dan mitra.
·
Meningkatkan
efisiensi dan integrasi di seluruh rantai pasokan.
|
|
4. CRM
BERBASIS PORTAL
|
·
Memperkuat karyawan
dalam merespon permintaan pelanggan dengan lebih cepat
·
Menyediakan kemampuan
segera mengakses seluruh informasi pelanggan intenal dan eksternal.
|
1.
PERENCANAAN
SUMBER DAYA PERUSAHAAN ( ENTERPRISE RESOURCE PLANNING- ERP )
Perencanaan sumber daya perusahaan
adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang mengintegrasikan dan
mengotomatisasi banyak proses bisnis internal dari sebuah perusahaan. ERP juga
merupakan teknologis dari bisnis elektronik berupa kerangka kerja transaksi di
seluruh perusahaan yang berkaitan dengan pengolahan pesanan penjualan,
manajemen dan pengendaliaan persediaan, perencanaan produksi dan distribusi
serta keuangan.
Sistem ERP melacak sumber daya bisnis ( kas,
bahan mentah, dan kapasitas produksi ) dan status komitmen yang dibuat
oleh bisnis (seperti pesanan pelanggan,
pesanan pembelian, dan gaji karyawan ) pada departemen manapun ( pabrikasi,
pembelian, penjualan, akuntansi, dll ) yang telah memasukkan data ke dalam
sistem.
Sistem ERP juga mendukung banyak proses
sumber daya manusia yang penting, mulai dari perencanaan kebutuhan personel
untuk pembayaran gaji dan administrasi manfaat dan menyelesaikan catatan
penyimpangan keuangan yang paling dibutuhkan dan aplikasi akuntansi manajerial.
Gambar 8.8
A.
Komponen
aplikasi utama dari perencanaan sumber daya perusahaan
1. Pelanggan/Karyawan
2. Perencanaan
produksi
3. Logistik
terintegrasi
4. Akuntansi
dan keuangan
5. Sumber
daya manusia
6. Penjualan,
distribusi, manajemen pesanan
B.
Manfaat
dan tantangan dari ERP
1. Kualitas
dan efisiensi
Membuat kerangka kerja untuk
mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang
menghasilkan perbaikan secara signifikan dalam kualitas dan efisiensi layanan
pelanggan, produksi, dan distribusi.
2. Berkurangnya
biaya
Pengurangan biaya secara signifikan
dalam pengolahan transaksi dan perangkat keras, perangkat lunak, dan staf
pendukung TI.
3. Pendukung
keputusan
Menyediakan informasi lintas
fungsional yang penting atas kinerja bisnis bagi manajer dengan cepat untuk
memperbaiki kemampuan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dengan cara
yang terjadwal di seluruh bisnis perusahaan.
4. Ketangkasan
perusahaan
Mengimplementasikan sistem ERP dari
proses bisnis, sistem informasi dan sumber daya informasi yang menghasilkan
struktur organisasi yang lebih fleksibel, tanggung jawab manajerial dan aturan
kerja, dan untuk organisasi yang lebih tangkas dan adaptif serta tenaga kerja
yang lebih memanfaatkan kesempatan bisnis baru.
Gambar
8.11
C.
Biaya-biaya
ERP
Meskipun manfaat dari ERP banyak,
biaya dan resiko juga patut dipertimbangkan.
Salah satu contoh ilustrasi adalah :
ü Rekayasa
ulang :
43 %
ü Konversi
data :
15 %
ü Pelatihan
dan manajemen perubahan : 15%
ü Perangkat
lunak :
15%
ü Perangkat
keras :
12%
Dapat diperhatikan bahwa perangkat
keras dan perangkat lunak hanya bagian kecil dari total biaya, kemudian biaya
pengembangan proses bisnis baru ( rekayasa ulang ) dan pelatihan dan manajemen
perubahan membuat sebagian besar total
biaya dalam mengimplementasikan sistem ERP. Sedangkan konversi data merupakan
kategori utama lainnya dari biaya implementasi ERP.
Sebagian besar perusahaan memiliki
implementasi ERP yang berhasil, tapi ada juga perusahaan yang mengalami
kegagalan dan pada akhirnya merusak keseluruhan bisnisnya. Untuk itu penting
dalam hal mempertimbangkan biaya-biaya yang akan digunakan dalam suatu
perusahaan.
D.
Penyebab
kegagalan ERP
·
Manajer dan pelaku TI
meremehkan kompleksitas dari perencanaan, pengembangan, dan pelatihan yang
dibutuhkan untuk menyiapkan sistem ERP baru yang akan mengubah bisnis dan
sistem informasi secara radikal.
·
Kegagalan dalam
melibatkan karyawan yang terkena dampak dalam tahap perencanaan dan
pengembangan.
·
Pelatihan yang tidak
mencukupi dalam hal pekerjaan yang dibutuhkan oleh sistem ERP.
·
Kegagalan dalam
melakukan konversi dan pengetesan data yang memadai
·
Kepercayaan yang
berlebihan dari perusahaan atau manajemen TI atas pernyataan penjual perangkat
lunak ERP atau atas bantuan dari perusahaan konsultan bergengsi yang
dipekerjakan untuk memimpin implementasi.
E.
Tren
dalam ERP
Saat ini, ERP masih terlibat dalam
mengadaptasi pengembangan teknologi dan permintaan pasar.
4 tren penting dalam membentuk evolusi
keberlanjutan dari ERP :
ü Pengembangan
dalam integrasi dan fleksibilitas
ü Perluasan
aplikasi bisnis elektronik
ü Jangkauan
yang lebih jauh ke pengguna baru
ü Adopsi
teknologi internet
2.
MANAJEMEN
RANTAI PASOKAN
( SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT-SCM )
Manajemen rantai pasokan adalah sistem
antar perusahaan lintas fungsional yang menggunakan teknologi informasi untuk
membantu mendukung dan mengelola hubungan antar beberapa kunci proses bisnis
sebuah perusahaandengan pemasok pelanggan dan mitra bisnis.
Pada dasarnya, manajemen rantai pasokan
membantu perusahaan mendapatkan produk yang tepat ke tempat yang benar di waktu
yang tepat dalam jumlah yang memadai dan biaya yang dapat diterima. Sedangkan
tujuan SCM sendiri adalah untuk mengelola proses tersebut secara efisien dengan
mengelola permintaan; mengendalikan persediaan; meningkatkan jaringan hubungan
bisnis yang dibina perusahaan dengan pelanggan, pemasok dan distributor;
menerima umpan balik status tautan di setiap harinya dalam rantai pasokan dan
menerima umpan balik terhadap status dari setiap hubungan dalam rantai pasokan.
A.
Peranan
SCM
Peranan teknologi SCM adalah untuk
mendukung tercapainya hasil strategis, taktis, dan operasional dari perencanaan
SCM dengan sistem informasi antar perusahaan yang menghasilkan banyak dari
hasil-hasil sebuah bisnis perlukan untuk mengelola rantai pasokannya secara
efektif. Itulah sebabnya banyak perusahaan memasang perangkat lunak SCM dan
mengembangkan sistem SCM berbasis situs.
Hingga saat ini, produk perangkat lunak
SCM telah dikembangkan baik untuk perencanaan rantai pasokan maupun aplikasi
pelaksanaan. Perangkat lunak perencanaan SCM seperti 12 dan manugistics dapat
mendukung berbagai aplikasi untuk perkiraan pasokan dan permintaan. Sedangkan
perangkat lunak SCM seperti EXE Technologies dan Manhattan Associates dapat
mendukung aplikasi untuk manajemen pesanan, manajemen logistik, dan manajemen
gudang.
B.
Manfaat
dan tantangan SCM
ü Manfaat
Sistem SCM dapat
memberikan kunci manfaat bisnis bagi perusahaan seperti :
·
Pengolahan pesanan yang
lebih cepat dan akurat
·
Pengurangan level
persediaan
·
Percepatan waktu ke
pasar
·
Biaya transaksi dan
bahan yang lebih rendah
·
Hubungan strategis
dengan pemasok perusahaan
Semua manfaat SCM tersebut
ditujukan untuk membantu sebuah perusahaan mencapai ketangkasan dan kepekaan
dalam memenuhi permintaan pelanggan dan kebutuhan mitra bisnisnya.
ü Tantangan
Tantangan
yang dihadapi perusahaan adalah mengembangkan sistem rantai pasokan yang
efektif dan mencapai sasaran bisnis yang kompleks dan sulit bagi banyak
perusahaan.
C.
Tren
dalam SCM
Tren-tren dalam penggunaan
manajemen rantai pasokan saat ini melalui 3 tahapan yang dimungkinkan dalam
implementasi sistem SCM pada sebuah perusahaan. Berikut merupakan tahapannya :
1. Perusahaan
berkosentrasi untuk membuat pengembangan pada proses rantai pasokan internal
dan eksternal serta hubungan dengan pemasok dan pelanggan. Perusahaan
menggunakan laman situs komersialnya dan memberikan akses katalog online serta
informasi rantai pasokan sebagai dukungan terbatas perusahaan ke transaksi
online.
2. Perusahaan
menyelesaikan aplikasi manajemen rantai pasokan yang substansial dengan
menggunakan program perangkat lunak SCM terseleksi secara internal. Perusahaan
juga berkonsentrasi pada perluasan jaringan bisnis dari situs berbantu SCM yang
meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya dalam memenuhi tujuan
strategis bisnis perusahaan.
3. Perusahaan
mulai mengembangkan dan mengimplementasikan pengurangan sisi aplikasi manajemen
rantai penjualan kolaboratif menggunakan perangkat lunak SCM lanjutan, layanan
penuh tautan ekstranet dan pertukaran perdagangan komersial pribadi dan umum.
SISTEM
BISNIS PERUSAHAAN
SISTEM INFORMASI MANAJAMEN
DISUSUN
OLEH :
ANITA
SUSANTI (5.15.02.04.0.109)
ZEPTIAN
ANGELINA (5.15.02.04.0.097)
EMI
ASTUTIK (5.15.02.04.0.105)
AKUNTANSI
D
FAKULTAS
EKONOMI PRODI AKUNTANSI
UNIVERSITAS
ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO
Tahun Ajaran 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
SWT, atas segala rahmat, dan
hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “SISTEM BISNIS PERUSAHAAN”
untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen. Meskipun banyak hambatan yang
penulis alami dalam proses pengerjaannya, tapi penulis berhasil menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa penulis sampaikan terima
kasih kepada guru pembimbing yang telah membantu dan membimbing penulis dalam
menyelesaikan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang
tua dan teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan makalah.
Penulis
menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis dengan
senang hati akan menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga
makalah ini akan berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya bagi pembaca
pada umumnya.
Mojokerto, Oktober 2016
Penulis
i
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar.................................................................................. i
Daftar
isi........................................................................................... ii
1. Manajemen
Hubungan Perusahaan
A. Kelompok
Aplikasi Utama dalam Manajemen
Hubungan Pelanggan............................................... 2
B. 3
Tahapan CRM....................................................... 3
C. Manfaat
dan tantangan CRM................................... 3
D. Kegagalan
CRM...................................................... 4
E. Tren
dalam CRM..................................................... 4
2. Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan
A. Komponen
Aplikasi Utama dari Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan....................................... 5
B. Manfaat
dan tantangan dari ERP............................. 6
C. Biaya-biaya
ERP..................................................... 8
D. Penyebab
kegagalan ERP........................................ 9
E. Tren
dalam ERP...................................................... 9
3. Manajemen
Rantai Pasokan
A. Peranan
SCM.......................................................... 11
B. Manfaat
dan tantangan dari SCM........................... 11
C. Tren
dalam SCM.................................................... 12
ii
1. MANAJEMEN HUBUNGAN
PERUSAHAAN ( CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT )
Hubungan pelanggan telah menjadi aset
yang paling berharga bagi perusahaan sehingga setiap strategi perusahaan ditujukan
bagaimana untuk mencari dan mempertahankan pelanggan yang paling menguntungkan.
Bisnis yang berfokus pada pelanggan merupakan salah satu strategi bisnis puncak
yang dapat didukung oleh teknologi informasi.
Oleh karena itu, banyak perusahaan yang
melaksanakan inisiatif bisnis manajemen
hubungan perusahaan ( customer relationship management-CRM ) dan sistem
informasi sebagai bagian dari fokus pelanggan atau strategi berpusat pelanggan
untuk mengembangkan kesempatan bagi keberhasilan di lingkungan bisnis yang
kompetitif..
Manajemen hubungan perusahaan ( customer relationship management-CRM )
adalah
lintas fungsional yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses
pelayanan pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang
berinteraksi dengan pelanggan perusahaan.
Sistem CRM menyimpan data dalam basis
data pelanggan yang mengintegrasikan seluruh akun informasi pelanggan dan
membuatnya tersedia di seluruh perusahaan melalui internet, intranet, atau
tautan jaringan lainnya untuk penjualan, pemasaran, layanan dan aplikasi CRM
lainnya.
Sistem CRM juga menyertakan modul
perangkat lunak perusahaan yang menyediakan alat untuk memudahkan sebuah bisnis
dan karyawannya untuk mengirimkan layanan yang cepat, nyaman, dapat
diandalkandan konsisten kepada pelanggannya.
Gambar 8.3
Kelompok aplikasi utama dalam manajamen
hunungan pelanggan.
A.Kelompok Aplikasi Utama dalam Manajemen Hubungan
Pelanggan
1.
Penjualan
Sistem
CRM menyediakan perwakilan penjualan dengan alat perangkat lunak dan sumber
data perusahaan yang dibutuhkan untuk mendukung dan mengelola aktivitas
penjualan meliputi informasi produk, konfigurasi produk dan kemampuan penghasil
penawaran penjualan.
2.
Pemasaran
dan pemenuhan
Sistem CRM membantu pelaku
pemasaran memenuhi syarat untuk target pemasaran dan penjadwalan serta pelacakan surat pemasaran langsung.
3.
Layanan
dan dukungan pelanggan
Sistem CRM menyediakan perwakilan
pelayanan dengan alat perangkat lunak dan akses seketika pada basis data
pelanggan seperti membantu manajer layanan pelanggan dalam membuat, menugaskan
dan mengelola permintaan bagi layanan dari pelanggan.
4.
Retensi
dan program loyalitas
Berhubungan dengan hambatan dan
keluhan pelanggan terhadap perusahaan yang berdampak pada tidak puasnya
pelanggan dalam hal layanan dan akan
mempengaruhi presentase keuntungan pada perusahaan.
A.
3
Tahapan CRM
1.
MENDAPATKAN
Mengandalkan perangkat lunak CRM untuk
mendapatkan pelanggan baru dan membantu pelanggan dalam mamahami nilai dari
sebuah produk yang ditawarkan perusahaan.
2.
MENINGKATKAN
Meningkatkan nilai pelanggan yang
akan menambah keuntungan bagi perusahaan dengan
menjaga agar pelanggan tetap puas oleh layanan yang nyaman dan harga
yang menarik dari perusahaan.
3.
MEMPERTAHANKAN
Menggunakan perangkat lunak dan
basis data analitis CRM dalam mengidentifikasi secara proaktif dan menghargai
pelanggan yang paling loyal serta memperluas bisnis melalui target pemasaran.
B.
Manfaat
dan tantangan CRM
·
Memungkinkan sebuah
bisnis mengdentifikasi dan membuat target bagi pelanggannya yang terbaik,
sehingga pelanggan dapat dipertahankan untuk mendapatkan layanan yang lebih
banyak dan lebih menguntungkan.
·
Memungkinkan
kustomisasi seketika dan personalisasi dari produk dan layanan berdasarka
keinginan, kebutuhan dan kebiasaan membeli dari pelanggan dan siklus hidupnya.
·
Dapat melacak kapan
pelanggan menghubungi perusahaan, terlepas dari titik kontak.
·
Memudahkan perusahaan
untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan layanan dukungan
superior di seluruh titik kontak yang dipilih pelanggan.
Manfaat
diatas akan memberikan nilai bisnis strategis bagi perusahaan dan nilai
pelanggan utama kepada pelanggannya.
C.
Kegagalan
CRM
Alasan utama kegagalan CRM adalah
terlalu bergantung pada aplikasi baru yang utama dari teknologi informasi
seperti CRM dalam menyelesaikan masalah bisnis tanpa terlebih dahulu
mengembangkan perubahan proses bisnis dan mengubah program manajemen yang
dibutuhkan.
D.
Tren
dalam CRM
Perusahaan harus membuat hubungan
kolaboratif dengan mitra, pemasok dan pelanggan serta dapat menekan waktu dan
biaya sementara tetap meningkatkan pengalaman pelanggan dan jumlah nilai
proposisinya. Kebanyakan pelaku bisnis memulai dengan sistem operasional CRM
seperti otomatisasi tenaga penjualan dan pusat layanan pelanggan.
Berikut merupakan jenis CRM dan
kemampuannya dalam nilai bisnis yang di implementasikan oleh banyak perusahaan
:
|
1. CRM
OPERASIONAL
|
·
Mendukung interaksi
pelanggan dengan kenyamanan yang lebih besar melalui berbagai saluran seperti
telepon dan surat elektronik
·
Menyingkronisasi
interaksi pelanggan secara konsisten di seluruh saluran
|
|
2. CRM
ANALITIS
|
·
Menganalisis,
memprediksi dan memperoleh nilai pelanggan dan perilaku serta perkiraan permintaan.
·
Membantu mendekati
pelanggan dengan informasi yang relevan dan menawarkan yang disesuaikan
dengan kebutuhan pelanggan.
|
|
3. CRM
KOLABORATIF
|
·
Memungkinkan
kolaborasi yang mudah dengan pelanggan, pemasok dan mitra.
·
Meningkatkan
efisiensi dan integrasi di seluruh rantai pasokan.
|
|
4. CRM
BERBASIS PORTAL
|
·
Memperkuat karyawan
dalam merespon permintaan pelanggan dengan lebih cepat
·
Menyediakan kemampuan
segera mengakses seluruh informasi pelanggan intenal dan eksternal.
|
1.
PERENCANAAN
SUMBER DAYA PERUSAHAAN ( ENTERPRISE RESOURCE PLANNING- ERP )
Perencanaan sumber daya perusahaan
adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang mengintegrasikan dan
mengotomatisasi banyak proses bisnis internal dari sebuah perusahaan. ERP juga
merupakan teknologis dari bisnis elektronik berupa kerangka kerja transaksi di
seluruh perusahaan yang berkaitan dengan pengolahan pesanan penjualan,
manajemen dan pengendaliaan persediaan, perencanaan produksi dan distribusi
serta keuangan.
Sistem ERP melacak sumber daya bisnis ( kas,
bahan mentah, dan kapasitas produksi ) dan status komitmen yang dibuat
oleh bisnis (seperti pesanan pelanggan,
pesanan pembelian, dan gaji karyawan ) pada departemen manapun ( pabrikasi,
pembelian, penjualan, akuntansi, dll ) yang telah memasukkan data ke dalam
sistem.
Sistem ERP juga mendukung banyak proses
sumber daya manusia yang penting, mulai dari perencanaan kebutuhan personel
untuk pembayaran gaji dan administrasi manfaat dan menyelesaikan catatan
penyimpangan keuangan yang paling dibutuhkan dan aplikasi akuntansi manajerial.
Gambar 8.8
A.
Komponen
aplikasi utama dari perencanaan sumber daya perusahaan
1. Pelanggan/Karyawan
2. Perencanaan
produksi
3. Logistik
terintegrasi
4. Akuntansi
dan keuangan
5. Sumber
daya manusia
6. Penjualan,
distribusi, manajemen pesanan
B.
Manfaat
dan tantangan dari ERP
1. Kualitas
dan efisiensi
Membuat kerangka kerja untuk
mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang
menghasilkan perbaikan secara signifikan dalam kualitas dan efisiensi layanan
pelanggan, produksi, dan distribusi.
2. Berkurangnya
biaya
Pengurangan biaya secara signifikan
dalam pengolahan transaksi dan perangkat keras, perangkat lunak, dan staf
pendukung TI.
3. Pendukung
keputusan
Menyediakan informasi lintas
fungsional yang penting atas kinerja bisnis bagi manajer dengan cepat untuk
memperbaiki kemampuan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dengan cara
yang terjadwal di seluruh bisnis perusahaan.
4. Ketangkasan
perusahaan
Mengimplementasikan sistem ERP dari
proses bisnis, sistem informasi dan sumber daya informasi yang menghasilkan
struktur organisasi yang lebih fleksibel, tanggung jawab manajerial dan aturan
kerja, dan untuk organisasi yang lebih tangkas dan adaptif serta tenaga kerja
yang lebih memanfaatkan kesempatan bisnis baru.
Gambar
8.11
C.
Biaya-biaya
ERP
Meskipun manfaat dari ERP banyak,
biaya dan resiko juga patut dipertimbangkan.
Salah satu contoh ilustrasi adalah :
ü Rekayasa
ulang :
43 %
ü Konversi
data :
15 %
ü Pelatihan
dan manajemen perubahan : 15%
ü Perangkat
lunak :
15%
ü Perangkat
keras :
12%
Dapat diperhatikan bahwa perangkat
keras dan perangkat lunak hanya bagian kecil dari total biaya, kemudian biaya
pengembangan proses bisnis baru ( rekayasa ulang ) dan pelatihan dan manajemen
perubahan membuat sebagian besar total
biaya dalam mengimplementasikan sistem ERP. Sedangkan konversi data merupakan
kategori utama lainnya dari biaya implementasi ERP.
Sebagian besar perusahaan memiliki
implementasi ERP yang berhasil, tapi ada juga perusahaan yang mengalami
kegagalan dan pada akhirnya merusak keseluruhan bisnisnya. Untuk itu penting
dalam hal mempertimbangkan biaya-biaya yang akan digunakan dalam suatu
perusahaan.
D.
Penyebab
kegagalan ERP
·
Manajer dan pelaku TI
meremehkan kompleksitas dari perencanaan, pengembangan, dan pelatihan yang
dibutuhkan untuk menyiapkan sistem ERP baru yang akan mengubah bisnis dan
sistem informasi secara radikal.
·
Kegagalan dalam
melibatkan karyawan yang terkena dampak dalam tahap perencanaan dan
pengembangan.
·
Pelatihan yang tidak
mencukupi dalam hal pekerjaan yang dibutuhkan oleh sistem ERP.
·
Kegagalan dalam
melakukan konversi dan pengetesan data yang memadai
·
Kepercayaan yang
berlebihan dari perusahaan atau manajemen TI atas pernyataan penjual perangkat
lunak ERP atau atas bantuan dari perusahaan konsultan bergengsi yang
dipekerjakan untuk memimpin implementasi.
E.
Tren
dalam ERP
Saat ini, ERP masih terlibat dalam
mengadaptasi pengembangan teknologi dan permintaan pasar.
4 tren penting dalam membentuk evolusi
keberlanjutan dari ERP :
ü Pengembangan
dalam integrasi dan fleksibilitas
ü Perluasan
aplikasi bisnis elektronik
ü Jangkauan
yang lebih jauh ke pengguna baru
ü Adopsi
teknologi internet
2.
MANAJEMEN
RANTAI PASOKAN
( SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT-SCM )
Manajemen rantai pasokan adalah sistem
antar perusahaan lintas fungsional yang menggunakan teknologi informasi untuk
membantu mendukung dan mengelola hubungan antar beberapa kunci proses bisnis
sebuah perusahaandengan pemasok pelanggan dan mitra bisnis.
Pada dasarnya, manajemen rantai pasokan
membantu perusahaan mendapatkan produk yang tepat ke tempat yang benar di waktu
yang tepat dalam jumlah yang memadai dan biaya yang dapat diterima. Sedangkan
tujuan SCM sendiri adalah untuk mengelola proses tersebut secara efisien dengan
mengelola permintaan; mengendalikan persediaan; meningkatkan jaringan hubungan
bisnis yang dibina perusahaan dengan pelanggan, pemasok dan distributor;
menerima umpan balik status tautan di setiap harinya dalam rantai pasokan dan
menerima umpan balik terhadap status dari setiap hubungan dalam rantai pasokan.
A.
Peranan
SCM
Peranan teknologi SCM adalah untuk
mendukung tercapainya hasil strategis, taktis, dan operasional dari perencanaan
SCM dengan sistem informasi antar perusahaan yang menghasilkan banyak dari
hasil-hasil sebuah bisnis perlukan untuk mengelola rantai pasokannya secara
efektif. Itulah sebabnya banyak perusahaan memasang perangkat lunak SCM dan
mengembangkan sistem SCM berbasis situs.
Hingga saat ini, produk perangkat lunak
SCM telah dikembangkan baik untuk perencanaan rantai pasokan maupun aplikasi
pelaksanaan. Perangkat lunak perencanaan SCM seperti 12 dan manugistics dapat
mendukung berbagai aplikasi untuk perkiraan pasokan dan permintaan. Sedangkan
perangkat lunak SCM seperti EXE Technologies dan Manhattan Associates dapat
mendukung aplikasi untuk manajemen pesanan, manajemen logistik, dan manajemen
gudang.
B.
Manfaat
dan tantangan SCM
ü Manfaat
Sistem SCM dapat
memberikan kunci manfaat bisnis bagi perusahaan seperti :
·
Pengolahan pesanan yang
lebih cepat dan akurat
·
Pengurangan level
persediaan
·
Percepatan waktu ke
pasar
·
Biaya transaksi dan
bahan yang lebih rendah
·
Hubungan strategis
dengan pemasok perusahaan
Semua manfaat SCM tersebut
ditujukan untuk membantu sebuah perusahaan mencapai ketangkasan dan kepekaan
dalam memenuhi permintaan pelanggan dan kebutuhan mitra bisnisnya.
ü Tantangan
Tantangan
yang dihadapi perusahaan adalah mengembangkan sistem rantai pasokan yang
efektif dan mencapai sasaran bisnis yang kompleks dan sulit bagi banyak
perusahaan.
C.
Tren
dalam SCM
Tren-tren dalam penggunaan
manajemen rantai pasokan saat ini melalui 3 tahapan yang dimungkinkan dalam
implementasi sistem SCM pada sebuah perusahaan. Berikut merupakan tahapannya :
1. Perusahaan
berkosentrasi untuk membuat pengembangan pada proses rantai pasokan internal
dan eksternal serta hubungan dengan pemasok dan pelanggan. Perusahaan
menggunakan laman situs komersialnya dan memberikan akses katalog online serta
informasi rantai pasokan sebagai dukungan terbatas perusahaan ke transaksi
online.
2. Perusahaan
menyelesaikan aplikasi manajemen rantai pasokan yang substansial dengan
menggunakan program perangkat lunak SCM terseleksi secara internal. Perusahaan
juga berkonsentrasi pada perluasan jaringan bisnis dari situs berbantu SCM yang
meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya dalam memenuhi tujuan
strategis bisnis perusahaan.
3. Perusahaan
mulai mengembangkan dan mengimplementasikan pengurangan sisi aplikasi manajemen
rantai penjualan kolaboratif menggunakan perangkat lunak SCM lanjutan, layanan
penuh tautan ekstranet dan pertukaran perdagangan komersial pribadi dan umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar