SISTEM BISNIS
ELEKTRONIK
MAKALAH
( DI TUJUKAN UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN )
DOSEN PENGAMPU
( RIKA DWI HARSARI )
DI SUSUN OLEH :
WINANA SANTI (5.15.02.04.0.089)
RUKHMATIN NAFISYAH (5.15.02.04.0.074)
M.SUKRON HATTA (5.15.02.04.0.061)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
2016 / 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi
oleh umat manusia, karena informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa
informasi internal maupun eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil
berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri
oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik
dari alat-alat komunkasi modern.
Kemajuan alat komunikasi pada milenium ketiga semakin
mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan
terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah
sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi
pada setiap organisasi perusahaan. Oleh karena itu fokus utama dari
sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya
agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan
keputusan.
Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum
teknologi informasi yang berbasiskan komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya
komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, komputer
telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan
menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan
berminggu-minggu untuk mengolahnya.
Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi
Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka,
kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam
waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan
perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam
aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan
sistem informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah
tenaga kerja, pola komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis
dalam lingkungannya.
1.2 Tujuan
Tujuan kami menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan, dan juga untuk berbagi pengetahuan
tentang betapa pentingnya Sistem Informasi Manajemen di dalam kehidupan
manusia.
BAB 2
PEMBAHASAN
SISTEM BISNIS ELEKTRONIK
1.
Aplikasi Perusahaan Lintas
Fungsional
Saat ini, banyak perusahaan menggunakan
teknologi informasi untuk membangun sistem perusahaan lintas fungsional
terintegrasi yang melintasi batasan fungsi-fungsi tradisional untuk merekayasa
ulang dan meningkatkan proses-proses bisnis vital di seluruh perusahaan.
Organisasi-organisasi ini melihat sistem perusahaan lintas fungsional sebagai
cara strategis dalam penggunaan TI untuk membagi sumber daya informasi dan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis, dan mengembangkan
hubungan strategis dengan pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis.
Gambar
7.2 Proses pengembangan produk baru
dalam perusahaan pabrikasi. Ini adalah sebuah contoh proses bisnis yang harus
didukung oleh sistem lintas fungsional yang melintasi batasan dari beberapa
fungsi bisnis.
Arsitektur Aplikasi Perusahaan
Gambar 7.3 menampilkan arsitektur
aplikasi perusahaan, yang mengilustrasikan hubungan timbal balik dari aplikasi
lintas fungsional perusahaan yang utama yang telah banyak dimiliki dan
digunakan perusahaan saat ini. Arsitektur ini tidak menyediakan rincian atau
aplikasi cetak biru mendalam, tetapi menyediakan sebuah kerangka kerja
konseptual untuk membantu Anda memvisualisasikan komponen-komponen dasar,
proses-proses, dan gambaran-gambaran aplikasi bisnis elektronik utama antarmuka
ini, dan hubungan timbal baliknya satu sama lainnya.
Gambar
7.3 Arsitektur aplikasi perusahaan ini
menyajikan tinjauan dari aplikasi-aplikasi lintas fungsional yang utama dari
perusahaan dan hubungan satu sama lainnya.
2.
Aplikasi Integrasi Perusahaan
Bagaimana beberapa bisnis saling
berhubungan dengan sistem lintas fungsional perusahaan? Perangkat lunak
aplikasi integrasi perusahaan (Enterprises applicationintegration – EAI)
digunakan banyak perusahaan untuk menghubungkan aplikasi-aplikasi bisnis
elektronik utama mereka. Lihat gambar 7.4. Perangkat lunak EAI memungkinkan
pengguna untuk memodelkan proses bisnis yang terlibat dalam interaksi yang
terjadi di antara aplikasi bisnis.
Gambar
7.4 Perangkat lunak aplikasi integrasi
perusahaan yang menghubungkan aplikasi kantor depan dan kantor belakang.
Gambar
7.5 Sebuah contoh proses pesanan
pelanggan baru menunjukkan bagaimana perangkat penengah EAI menghubungkan
beberapa sistem informasi bisnis dalam sebuah perusahaan.
3.
Sistem Pengolahan Transaksi
Sistem pengolahan transaksi
(transactionprocessingsystem – TPS) adalah sistem informasi lintas fungsional
di mana proses data dihasilkan dari keberadaan transaksi bisnis. Kami
memperkenalkan sistem pengolahan transaksi dalam Bab 1 sebagai salah satu
kategori aplikasi utama dari sistem informasi dalam bisnis.
Transaksi adalah peristiwa yang terjadi
sebagai bagian dari melakukan bisnis, seperti penjualan, pembelian,
penyimpanan, penarikan, pengembalian, dan pembayaran. Pikirkan, sebagai contoh,
data yang dihasilkan saat bisnis menjual sesuatu kepada pelanggan secara kredit
baik di toko ritel atau sebuah situs perdagangan komersial.
Sistem pengolahan transaksi Online
memainkan peran strategis dalam perdagangan komersial. Banyak perusahaan
menggunakan internet, ekstranet, dan jaringan lain yang mengikat mereka secara
elektronis kepada pelanggan dan pemasok mereka untuk pengolahan transaksi
Online (Online transactionprocessing – OLTP).
Gambar
7.6 Sistem pengolahan transaksi Online
berbayar per tayangan Syntellect.
Siklus Pengolahan Transaksi
Siklus pengolahan transaksi, seperti
Syntellect, menangkap dan mengolah data yang mendeskripsikan bisnis,
memperbarui basis data organisasional, dan menghasilkan berbagai informasi
produk. Anda harus mengerti ini sebagai sebuah siklus mengolahan transaksi dari
beberapa aktivitas dasar, sebagaimana diilustraksikan dalam gambar 7.7.
-
Pendataan
Gambar
7.7 Siklus pengolahan transaksi
perhatikan bahwa sistem pengolahan transaksi menggunakan siklus lima tahap dari
pendataan, pengolahan transaksi, pemeliharaan basis data, pembuatan laporan dan
dokumen, dan aktivitas pengolahan pertanyaan.
-
Pengolahan transaksi
-
Pemeliharaan basis data
-
Pembuatan dokumen dan laporan
-
Pengolahan pertanyaan
4.
Sistem Kolaborasi Perusahaan
Sistem kolaborasi perusahaan
(enterpisecollaborationsystem – ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional
yang memperluas komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di antara anggota tim
bisnis dan kelompok kerja.
Tujuan sistem kolaborasi perusahaan
adalah untuk memudahkan kita bekerja bersama-sama dengan lebih mudah dan
efektif dengan membantu kita untuk :
-
Berkomunikasi
-
Berkoordinasi
-
Berkolaborasi
Alat untuk Kolaborasi Perusahaan
Kemampuan dan potensi internet, seperti
juga intranet dan ekstranet, memacu permintaan alat kolaborasi perusahaan yang
lebih baik dalam bisnis. Gambar 7.8 menyediakan tinjauan dari beberapa alat
perangkat lunak bagi komunikasi elektronik, konferensi elektronik, dan
manajemen kerja kolaboratif.
Alat komunikasi elektronik termasuk
surat elektronik, pesan suara, faksimile, penerbitan dalam situs, sistem papan
buletin, pager, dan sistem telepon internet.
Alat konferensi elektronik membantu
orang berkomunikasi dan berkolaborasi saat bekerja bersama-sama.
Gambar 7.8 Komunikasi
elektronik, konferensi, dan alat-alat kerja perangkat lunak kolaboratif
meningkatkan kolaborasi perusahaan.
Sistem Bisnis Fungsional
1.
Sistem Pemasaran
Fungsi bisnis pemasaran memperhatikan
perencanaan, promosi dan penjualan produk yang ada di pasar, serta pengembangan
produk baru dan pasar baru untuk menarik dan melayani pelanggan baru dan
potensial dengan lebih baik.
Pemasaran Interaktif
Istilah pemasaran interaktif berhubungan
dengan gambaran proses pemasaran yang berfokus pada pelanggan, yaitu
berdasarkan penggunaan internet, intranet, dan ekstranet untuk membangun
transaksi dua arah antara sebuah bisnis dengan pelanggan atau pelanggan
potensialnya. Tujuan pemasaran interaktif adalah untuk memungkinkan perusahaan
menggunakan jaringan-jaringan yang menguntungkan tersebut untuk menarik dan
menjaga pelanggan yang akan menjadi rekanan dengan bisnis dalam pembuatan,
pembelian dan peningkatan produk dan layanan.
Gambar
7.11 Contoh-contoh sistem informasi
bisnis fungsional. Perhatikan bagaimana mereka mendukung wilayah fungsional
utama dari bisnis.
Gambar
7.12 Sistem informasi pemasaran
menyediakan teknologi informasi untuk mendukung komponen-komponen utama dari
fungsi pemasaran.
Target Pemasaran
Target pemasaran adalah sebuah konsep
manajemen periklanan dan promosi yang mencakup lima komponen target.
-
Komunitas
-
Konten
-
Konteks
-
Demografis/psikografis
-
Perilaku Online
Otomatisasi Tenaga Penjualan
Secara meningkat, komputer dan internet
menyediakan dasar bagi otomatisasi tenaga penjualan. Dalam banyak perusahaan,
tenaga penjualan dilengkapi dengan komputer notebook, penjelajah situs, dan
perangkat lunak manajemen kontak penjualan yang menghubungkan mereka ke situs
pemasaran pada internet, ekstranet, dan intranet perusahaan.
Oleh karena itu, banyak perusahaan
melihat bahwa otomatisasi tenaga penjualan sebagai satu cara untuk memperoleh
keuntungan strategis dalam produktivitas penjualan dan respons pemasaran. Lihat
gambar 7.14
Gambar
7.14 Paket otomatisasi tenaga penjualan
berbasis situs mendukung pimpinan manajemen penjualan dari prospek yang
berkualitas, dan manajemen akun pelanggan saat ini.
2.
Sistem Pabrikasi
Sistem informasi pabrikasi mendukung
fungsi produksi/operasi yang mencakup semua aktivitas yang terkait perencanaan
dan pengawasan proses produksi barang dan jasa. Oleh karena itu, fungsi
produksi/operasi terkait dengan manajemen dari proses dan sistem operasional
seluruh perusahaan bisnis.
Pabrikasi Terintegrasi Komputer
Berbagai sistem informasi pabrikasi,
banyak diantaranya yang berbantu situs, digunakan untuk pabrikasi terintegrasi
komputer (computer-integratedmanufacturing – CIM). Lihat gambar 7.15. CIM
adalah keseluruhan konsep yang menegaskan bahwa tujuan sistem yang berdasarkan
komputer dalam pabrikasi haruslah:
-
Menyederhanakan (rekayasa ulang)
-
Mengotomatisasi
-
Mengintegrasikan
Gambar
7.15 Sistem informasi pabrikasi
mendukung pabrikasi terintegrasi komputer. Perhatikan bahwa sistem perencanaan
sumber daya pabrikasi merupakan salah satu kelompok dalam sistem ERP.
Sistem informasi pabrikasi membantu
perusahaan menyederhanakan, mengotomatisasi, dan mengintegrasikan banyak
aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi segala jenis produk.
Sistem pabrikasi berbantu komputer
(computer-aidedmanufacturing – CAM) adalah semua yang mengotomatisasi proses
produksi.
Pengendalian proses adalah penggunaan
komputer untuk mengendalikan proses fisik yang sedang berjalan.
Pengendalian mesin adalah penggunaan
komputer untuk mengendalikan aktivitas dari mesin. Ini juga populer disebut
sebagai pengendalian numerik.
3.
Sistem Sumber Daya Manusia
Fungsi manajemen sumber daya manusia
(human Resources Management – HRM) termasuk rekrutmen, penempatan, evaluasi,
kompensasi, dan pengembangan karyawan dari sebuah organisasi. Tujuan dari
manajemen sumber daya manusia adalah penggunaan yang efektif dan efisien dari
sumber daya manusia dalam perusahaan. Sistem informasi sumber daya manusia
(humanresourceinformationsystem – HRIS) adalah dirancang untuk mendukung (1)
merencanakan untuk memenuhi kebutuhan personel dalam bisnis, (2) mengembangkan
seluruh potensi karyawan, dan (3) mengendalikan seluruh kebijakan dan program
dari seluruh personel.
Gambar
7.16 Sistem informasi sumber daya
manusia mendukung penggunaan strategis, taktis, dan operasional sumber daya
manusia dalam sebuah organisasi.
HRM dan Internet
Internet telah menjadi kekuatan utama
bagi perubahan di dalam manajemen sumber daya manusia.
Internet kaya dengan informasi dan
kontak bagi pemberi kerja dan pencari kerja.
HRM dan Intranet Korporat
Teknologi intranet memudahkan perusahaan
untuk mengolah aplikasi HRM yang umum di intranet perusahaan. Intranet
memungkinkan departemen HR untuk memberikan layanan 24 jam kepada pelanggan
mereka: karyawan. Mereka juga dapat menyebarkan informasi berharga dengan lebih
cepat dibandingkan melalui saluran perusahaan sebelumnya. Intranet dapat
mengumpulkan informasi Online dari karyawan untuk masukan ke dalam arsip HRM
mereka, dan dapat memudahkan manajer dan karyawan lain untuk melaksanakan
tugas-tugas HRM dengan sedikit intervensi oleh departemen HRM.
Gambar
7.17 Sebuah contoh sistem tinjauan
mempekerjakan karyawan
4.
Sistem Akuntansi
Sistem informasi akuntansi adalah yang
tertua dan paling banyak menggunakan sistem informasi dalam bisnis. Mereka
mencatat dan melaporkan transaksi bisnis dan peristiwa ekonomi lainnya. Sistem
akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan aliran dana melalui sebuah
organisasi yang berbasis historis dan membuat laporan keuangan penting, seperti
neraca saldo dan laporan pendapatan.
Sistem operasi akuntansi menekankan pada
catatan pembukuan yang sah dan historis serta membuat laporan keuangan yang
akurat. Umumnya, sistem ini memasukkan sistem pengolahan transaksi, seperti
pengolahan pesanan, pengendalian persediaan, piutang, utang, gaji, dan sistem
buku besar.
Sistem informasi akuntansi yang
diilustrasikan dalam Gambar 7.18 dan 7.19 sedang ditransformasikan oleh
teknologi internet. Penggunaan internet dan jaringan lain mengubah bagaimana
sistem informasi akuntansi mengawasi dan melacak aktivitas bisnis.
Gambar
7.18 Sistem informasi akuntansi yang
penting untuk pengolahan transaksi dan pelaporan keuangan. Perhatikan bagaimana
mereka terhubung satu dengan lainnya dalam aliran masukan dan keluaran.
5.
Sistem Manajemen Keuangan
Sistem manajemen keuangan berbasis
komputer mendukung manajer dan pelaku bisnis dalam memutuskan terkait dengan
(1) pendanaan bisnis dan (2) alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan
dalam sebuah bisnis. Kategori sistem manajemen keuangan yang utama termasuk
manajemen kas dan investasi, penganggaran modal, anggaran keuangan, dan
perencanaan keuangan.
Gambar
7.19 Rangkuman dari enam sistem
informasi akuntansi penting yang digunakan dalam bisnis.
Gambar
7.20 Satu contoh laporan akuntansi
Online
Gambar
7.21 Contoh dari sistem manajemen
keuangan yang penting
Gambar 7.22 Sebuah
contoh dari perencanaan keuangan strategis menggunakan sebuah pendekatan
skenario ganda. Perhatikan pengaruh pada pendapatan per saham.
DAFTAR
PUSTAKA
O’brien james A & George M. Marakas.
2014. Sistem Informasi Manajemen. Salemba Empat.,Jakarta.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Menurut pembahasan di atas tentang Akuntansi, dapat disimpulkan bahwa.
BISNIS ELEKTRONIK. mencakup perdagangan komersional, yaitu meliputi pembelian dan penjualan serta pemasaran dan pelayanan produk jasa dan informasi melalui internet dan informasi lain nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar