MAKALAH
KEPEMIMPINAN
DALAM ORGANISASI
YANG IDEAL DIZAMAN NOW
Dosen : Dr. Imam Baidlowi
![]() |
| Add caption |
Tugas : Kepemimpinan
Disusun
oleh :
Winana
Santi (5.15.02.04.0.089)
2018 " New "
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
MAKALAH
KEPEMIMPINAN
DALAM ORGANISASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
B.
Semua orang memiliki tujuan dalam hidupnya. Namun
keterbatasan yang mereka miliki antara satu dengan yang lainnya adalah menjadi
alasan mereka untuk membentuk suatu organisasi. Dimana semua orang berkumpul
dalam suatu wadah untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah mereka
tetapkan.
Dalam setiap organisasi harus memiliki pemipin agar
berjalan dengan baik. Tanpa adanya pemimpin tentu sangat sulit dan tidak mudah
dalam menjalankan semua elemen dan komponen yang ada dalam organisasi tersebut.
Seorang pemimpin tidak begitu saja dipiliih dan ditentukan. Ada
kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki olehnya. Segenap kemampuan dalam
berpikir dan berbuat menjadi pertimbangan yang sangat urgen diperhatikan.
Beragam kepemimpinan yang dibuat oleh setiap pemimpin di
dunia ini. Cara dan pandangan mengenai suatu permasalahan menjadi daya dari
kepemimpinan seseorang. Maka tidak bisa dielakkan lagi kalau menjadi seorang
pemimpin memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat berat. Tetapi itu semua
bisa diatasi bila ia memiliki cara dan strategi yang baik dan sesuai dengan
kondisinya. Maka penyusun mencoba menguraikan materi kepemimpinan dalam makalah
ini.
B. RUMUSAN
MASALAH
1 Apa
pengertian kepemimpinan?
2 Apa fungsi
kepemimpinan?
3 Apa saja
teori-teori kepemipinan?
4 Bagaimana
tanda-tanda kepemimpinan yang efektif?
5 Apa saja
syarat kepemimpinan?
6 Apa
asas-asas kepemimpinan?
7 Apa saja
prinsip-prinsip kepemimpinan?
C. Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui secara jelas tentang kepemimpinan mulai dari pengertian, fungsi,
syarat, dan kepemimpinan yang efektif.
2. Untuk
memahami bagaiman menjadi pemimpin yang efektif.
3. Untuk
mengetahui asas-asas yang ada pada kepemimpinan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
KEPEMIMPINAN
Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin, sedang
kepemimpinan adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Maka kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memengaruhi seseorang, baik dalam
mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu.
Menurut beberapa ahli:
a. Miftah
Thoha, menjelaskan kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku
orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia, baik perseorangan maupun
kelompok.
b. Hadari,
memandang kepemimpinan dari dua konteks, struktural dan nonstruktural. Dalam
konteks struktural kepemimpinan diartika sebagai proses pemberian
motivasi agar orang-orang yang dipimpin melakukan kegiatan dan pekerjaan sesuai
dengan program yang telah ditetapkan. Adapun dalam konteks nonstruktural
kepemimpinan dapat diartikan sebgai proses memengaruhi pikiran, perasaan, tingkah
laku, dan mengerahkan semua fasilitas untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan bersama.
c. Tanembaum
dan Massarik menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses atau fungsi
sebagai suatu peran yang memerintah.[1]
d. Harold
Kontz menyatakan bahwa kepemimpinan adalah pengaruh, seni atau proses
memengaruhi orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan
kemauan dan antusias.
e. Frigon
menjelaskan “leadership is the art and sciene of getting others to perform
and achieve vision.
f. Nanus
mengemukakan “leadership role in policy formation has a solid foundation in
practice and is safely short of usurfing a governing broad’s prerogrative in
establishing policy”
g. Overton
berpendapat “leadership is ability to get work done and through others while
gaining then confidence and cooperation”.
Maka dari beberapa defenisi yang disampaikan diatas dapat
kita pahami bahwa kepemimpian merupakan usaha untuk memengaruhi orang dengan
memberikan motivasi dan arahan agar bekerja sama dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan bersama
C. FUNGSI
KEPEMIMPINAN
Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1. Fungsi
Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang
menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab
tercapainya tujuan organisasi.
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang
senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan
terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan
bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng
terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab
seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun
diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik
yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini
tidak saja diantara pengikut, tetapi juga untuk para pemimpin tingkat rendah
dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin
sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah
laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak
pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan
dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan
fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan
adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk
dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah
ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan
fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin
yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang
kurang berani mengambil keputusan.
Keputusan – keputusan yang bersifat rumit dan kompleks
sebab masalahnya menyangkut perhitungan – perhitungan secara teknis agar
diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil
keputusannya.
6. Fungsi memberi motivasi
Seorang pemimpin perlu selalu bersikap penuh
perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat,
membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan
prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah
yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat
diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya
diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.[2]
D. TEORI-TEORI
KEPEMIMPINAN
a. Leader
traits (sifat-sifat pemimpin)
Five
treats and skill:
a) Capacity; intellegence,
alertness, verbal pacility, originality, judgment.
b) Achievement; scholarship, knowledge, athletic
accomplishments.
c) Responsibility; dependability,
initiative, persistence, aggressiveness, self confidence, desire to excel.
d) Participation; activity,
sociability, cooperations, adaptability, humor.
e) Status; socioeconomic,
popularity.
b. Kepemimpinan situasional
Model kepemimpinan situasional
merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor
situasi sebagai variabel penentu kemampuan kepemimpinan. Studi-studi tentang
kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristiik situasi atau
keadaan sebagai faktor penentu utama yang membuat seorang pemipin berhasil
melaksanakan tugas-tugas organisasi secara efektif dan efesien.
c. Pemimpin
yang efektif
Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi
tentang tipe-tipe tingkah laku para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para
pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan
dan konsiderasi.
d. Kepemimpinan
kontigensi
Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya
pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin tingkah lakunya dan
variabel-variabel situasional.
Terdapat 4
tingkah laku pada model kepemimpinan ini:
a. Supporive
leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan
menciptakan iklim kerja yang bersahabat.
b. Directive
leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur
dan petunjuk yang ada.
c. Participative
leadership (konsultasi terhadap bawahan dalam pengambilan keputusan
d. Achivement-oriented
leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya
kinerja memuaskan.
e. Kepemimpinan
transformasional
Pada hakekatnya model ini menekankan seorang pemimpin
perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggung jawab merekan lebih
dari yang diharapkan.[3]
Kepemimpinan berlangsung dalam
kehidupan manusia sehari-hari. Kepemimpinan sebagai suatu proses dapat
berlangsung di dalam dan di luar suatu organisasi. Kepemimpinan yang efektif
merupakan proses yang dinamis, karena berlangsung di lingkungan suatu
organisasi sebagai sistem kerjasama sejumlah manusia untuk mencapai tujuan
tertentu, yang bersifat dinamis pula.
7 Tanda
Pemimpin Sukses
Semua orang mungkin saja bisa menjadi pemimpin, tapi
tak semuanya bisa menjadi pemimpin yang sukses. Ada beberapa tanda yang bisa
dilihat apakah seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik dan amanah.
Seorang pemimpin tentu saja
memikul tanggung jawab yang berat. Jika ia gagal menjadi seorang pemimpin
yang baik, maka dampaknya bisa menjadi sangat buruk bagi orang-orang yang
dipimpinnya. Jika ia tidak mampu memimpin, tentu saja hal ini akan berdampak
pada kemajuan dan kelanggengan sebuah perusahaan.
Karena itulah, sebuah gaya
kepemimpinan yang tepat sangat perlu dimiliki oleh seorang atasan. Berikut
beberapa tanda atau ciri pemimpin yang baik dan sukses, seperti diungkapkan
oleh Rebecca Hourston, Director of Programs Aspire, sebuah perusahaan di bidang
penelitian, seperti dikutip dari Womensmedia.
1.
Berani
dan penuh percaya diri
Agar seorang atasan memiliki
cahaya yang terang, ia harus memiliki keberanian untuk melakukan sebuah
tantangan besar. Saat akan mengambil sebuah tantangan, seorang pemimpin harus
berani mengambil risiko dan harus terus berjalan, tak peduli yang dikatakan
orang lain. Di sini karakter yang kuat sangat diperlukan oleh seorang
pemimpin. Ia harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa apa
yang akan dilakukannya ialah sesuatu yang benar dan akan mendatangkan sebuah
keuntungan bagi perusahaan. Inti dari gaya kepemimpinan ini ialah, jangan pernah takut
mengambil risiko dan jangan pernah takut melakukan kesalahan.
Untuk memunculkan sifat ini,
sebaiknya atasan melakukan evaluasi, hal penting dan menantang apa yang bisa
dilakukannya. Selain itu, setiap hari selama satu minggu, buatlah tiga sampai
lima hal tentang gaya kepemimpinan yang efektif jika diterapkan, kemudian
terapkan gaya tersebut pada minggu berikutnya
2. Mempertajam kekuatan
Seorang ahli di bidang emotional
intelligence, Daniel Goleman, melakukan penelitian terhadap gaya
kepemimpinan di 500 perusahaan dan menemukan beberapa tipe kepemimpinan yang
menonjol, misalnya melihat jauh ke depan (visionary), demokratis, dan
senang melatih. Nah, carilah keahlian atau kekuatan Anda dan jadikan hal
tersebut sebagai gaya kepemimpinan Anda. Gaya kepemimpinan tersebut nantinya
bisa menjadi ciri khas Anda. Gaya tersebut juga akan menjadi kekuatan yang
akan mengantarkan Anda pada kesuksesan di dunia karier.
3. Padukan
beberapa gaya kepemimpinan
Meski memiliki ciri khas gaya kepemimpinan, sebaiknya
seorang pemimpin juga bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan sekaligus dalam
dirinya. Dalam penelitiannya, Goleman juga menegaskan bahwa para pemimpin yang
sukses umumnya memadukan beberapa gaya kepemimpinan pada dirinya karena satu
gaya saja tidak pernah cukup mengatasi masalah yang banyak.
Jika misalnya seorang atasan
pria harus banyak berinteraksi dengan karyawan yang kebanyakan perempuan atau
sebaliknya, gunakan pendekatan dengan gaya kepemimpinan yang lembut dan penuh
perhatian. Tapi di saat tertentu, gunakan gaya kepemimpinan maskulin yang
tegas.
Untuk bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan dengan
tepat, identifikasi wilayah dan karyawan yang ada di bawah atasan, kemudian
carilah gaya kepemimpinan yang tepat untuk dipadukan dengan gaya kepemimpinan
yang menjadi ciri khasnya. Setelah itu, lihat hasilnya dan lakukan evaluasi jika hasilnya
belum maksimal.
4. Ciptakan tujuan
Untuk menjadi seorang pemimpin
yang baik, seseorang harus bisa mengomunikasikan tujuan, visi, dan misi yang
ingin dicapai oleh timnya. Dengan mengomunikasikan, ini akan membuat bawahan
merasa terpacu untuk mencapai target, dan atasan sang pemimpin juga bisa
melihat bahwa pemimpin ini bisa membimbing anak buahnya.
Untuk bisa menemukan tujuan dan
visi yang tepat, pelajarilah semua hal yang terjadi di luar perusahaan. Setelah
itu, tentukan tujuan, bangun kerja tim, dan gerakkan mereka semua untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5.
Pemberi
semangat
Pemimpin yang terbaik adalah
manusia karena manusia bisa memberikan semangat dan mampu memotivasi
karyawannya. Pemimpin haruslah bisa menempatkan dirinya sebagai seorang
motivator saat karyawannya menemui halangan.Seorang pemimpin harus bisa melihat
potensi setiap karyawannya hingga tiap karyawan bisa memberikan yang terbaik
bagi perusahaan. Karena itulah, seorang pemimpin yang baik seharusnya selalu
bertanya pada dirinya sendiri, ”apa yang bisa saya berikan pada tim saya hari
ini?”
6. Seimbang
Setiap pemimpin harus bisa mengukur risiko yang
dihadapinya. Selain itu, ciptakan waktu yang tepat untuk menikmati hidup di
luar pekerjaan.
7. Menjadi diri sendiri
Tak ada yang lebih baik selain
menjadi diri sendiri. Karena itulah, jadilah pemimpin yang sesuai dengan
kepribadian Anda, jangan berusaha untuk menjadi orang lain yang bukan diri
Anda.[4]
F. SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN
1. Syarat Minimal
a) Watak yang baik ( karakter,
budi, dan moral)
b) Inteligensi yang tinggi
c) Kesiapan lahir dan batin
2. Syarat-Syarat Yang Lain Yang
Diperlukan
a) Sadar akan tanggung jawab
b) Memiliki sifat-sifat
kepemimpinan yang menonjol
c) Membimbing dirinya dan bawahan
dengan asas dan prinsip kepemimpinan
d) Mengenal anak buah
G. ASAS-ASAS KEPEMIMPINAN
Sebagai kata lain asas-asas
kepemimpinan adalah landasan dalam kepemimpinan yang menjadi acuan dalam
menjalankan sebuah kepemimpinan:
1. Takwa Kepada Tuhan Yang Maha
Esa
2. Member suri tauladan
3. Ikut bergiat menggugah semangat
bawahan
4. Mempengaruhi dan member
semangat
5. Waspada
6. Tingkah laku sederhana dan
tidak boros
7. Loyal
8. Sabar, efektif dan efisien
9. Keberanian
H. PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN
Perinsip-perinsip kepemimpinan
menyentuh seluruh aspek diri seorang pemimpin yang tergambar dari prilaku
keseharian pemimpin:
1. Mahir dalam soal teknis dan
taktis
2. Intropeksi diri
3. Percaya diri
4. Memahami bawahan
5. Realisasi diri
6. Menjadi contoh yang baik
7. Tumbuhkan rasa tanggung jawab
pada bawahan
8. Melatih anggota sebagai team
yang solid
9. Membuat keputusan yang cepat
dan tepat
10. Mengkomando bawahan
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam suatu organisasi tidak dapat dilepaskan dengan
seorang pemimpin. Seorang pemimpin pasti memiliki suatu hal yang istimewa
dibandingkan dengan anggota yang lain yang ada pada organisasi itu.
Kelebihan-kelebihan inilah yang kemudian menjadi suatu penilaian dari para
anggotanya. Tidak semua orang memiliki kelebihan-kelehihan itu karena ia tidak
dapat dibeli melainkan dari pendidikan dan pengalamam.
Seorang pemimpin harus mampu menjalankan tugasnya secara baik. Semua anggota
merasa diperdayakan dan diberikan haknya secara maksimal. Semua rencana
dijalankan dengan prosedur yang baik. Itulah beratnya menjadi seorang pemimpin
dimana semua tumpuan dan harapan berada di tanganya.
B. SARAN DAN
KRITIK
Untuk
memnyempurnkan dan memperbaiki isi dan sistematis dalam penulisan dan penyajian
maka kami dari penyusun mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang
menghasilkan perbaikan pada masa
yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Chaniago, Nasrul Syakur, Manajemen Organisasi, Bandung,
Citapustaka, 2011
http://www.Blogger Kejora /Tugas Dan Fungsi Kepemimpinan.html
Mesiono, Manajemen Organisasi, Bandung,
Citapustaka, 2010.
Rifa’i, Muhammad, dan Fadhli, Muhammad, Manajemen
Organisasi, Bandung, Cita Pustaka, 2013.
Umam, Khaerul, Manajemen Organisasi, Bandung, Pustaka
Setia, 2012.

